Waspada, Awal Tahun 2021 Puluhan Kasus DBD Terjadi di Sumbawa

Sumbawa, PSnews – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus terjadi di Kabupaten Sumbawa. Mengawali Tahun 2021, tercatat sudah ada 35 kasus hingga awal Februari lalu.

Menurut Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa – Agung Riyadi, dari jumlah kasus tersebut,  sebaran kasus yang paling banyak berada di wilayah kota atau Kecamatan Sumbawa yaitu sebanyak 16 kasus. Kemudian disusul Kecamatan Moyo Hilir 6 kasus, Labuhan Badas 5 kasus, Plampang 3 kasus, Lape 1 kasus, Lopok 1 kasus, Moyo Hulu 1 kasus, Lunyuk 1 kasus, dan Alas Barat 1 kasus. 

Agung Riyadi,

Menurutnya, kasus tertinggi terjadi di wilayah kota karena berkaitan dengan lingkungan yang padat dan banyak sampah. Sehingga tempat perindukannya tersedia atau sangat tergantung sesuai prilaku keseharian masyarakat.

Sebagai perbandingan, tahun 2020 lalu, total kasus DBD mencapai 400 kasus di Kabupaten Sumbawa. Paling banyak terjadi di Kecamatan Empang yakni 109 kasus. Bahkan sudah ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) pada saat itum Sementara kasus kedua terbanyak terjadi di Kecamatan Sumbawa dengan 99 kasus. Beruntung tidak ada kasus yang meninggal. ‘’Di Januari tahun 2020 ada 32 kasus. Mudah-mudaan tidak meningkat (kasus red).  Sekarang sudah seminggu masuk bulan Februari baru 1 kasus. Kayaknya gak sih seperti tahun kemarin,’’ terangnya.

Disebutkan Agung, jika melihat kejadian di tahun lalu, maka puncak kasus DBD terjadi di bulan Februari hingga Maret. ‘’Kalau kemarin bulan Februari sudah mulai  berkurang hujan. Sekarang bulan Februari masih ada hujan. Kayaknya nanti akan berpindah ke Bulan Maret (puncak red). Tetapi mudah-mudahan tidak sampai mencapai puncak. Cukuplah di kasus yang bisa kita tekan. Supaya tidak sampai seperti tahun lalu Februari 145 kasus,’’ jelasnya.

Dengan kasus ini, ia berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan. ‘’Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M plus. Pertama tentu harus kita pantau keberadaan jentik. Kalau sudah ada jentik di lingkungan kita itu artinya bahwa ada tempat perindukannya. Di mana tempat perindukannya itulah yang harus dibersihkan. Kalau itu bisa kita lakukan, saya yakin kejadian DBD bisa kita kurangi,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *