Sumbawa Susun Langkah Tekan Angka Positif Covid-19

Sumbawa, PSnews – Upaya Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sumbawa untuk menekan angka pasien positif Covid-19 masih terus dilakukan. Beberapa langkah sedang disusun, agar jumlah pasien terkonfirmasi positif yang saat ini jumlahnya ratusan kasus bisa menurun, bahkan sampai nol kasus.

Sekda Sumbawa – Hasan Basri yang ditemui wartawan usai rapat dengan Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSMA, Direktur RSUD Sumbawa, serta lainnya, di kantor Bupati Sumbawa pada Kamis (7/1), mengungkapkan, angka yang terkonfirmasi hingga Rabu (6/1) berjumlah 769 orang. Dengan rincian pasien sembuh 488 orang, meninggal dunia sebanyak 51 orang, masih positif 230 orang. ‘’Kondisi kita ini sekarang terus bertambah jumlah positif covid ini,’’ ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut salah satunya membahas upaya mencegah penambahan kasus positif covid di Sumbawa. Bahkan Bupati Sumbawa sudah mengeluarkan surat edaran, dalam upaya bagaimana mendisiplinkan masyarakat ditengah mewabahnya virus corona ini. ‘’Bagaimana penanganannya supaya ini bisa turun, virus inikan menular lewat orang yang kerumum, karena itu harus dihindari. Sekarang sudah keluar surat edaran Bupati bahwa bagaimana mendisiplinkan masyarakat. Untuk itu diatur pertama tidak boleh berkerumun, kegiatan sosial di masyarakat tidak boleh lebih dari kapasitas ruangannya, misalnya kapasitas ruangan 100 orang maka boleh dipakai hanya untuk 30 orang saja. Begitu juga kegiatan adat, perkawinan dan sebagainya itu maksimal 50 orang saja yang bisa dihadirkan,’’ terang Sekda.

Pihaknya mengaku sempat kebablasan ketika sudah memasuki masa new normal, dimana kegiatan adat, perkawinan serta lainnya itu terjadi dimana-mana, dengan menghadirkan undangan yang cukup banyak. Sehingga hal ini yang perlu diatur, agar tidak ada lagi kerumunan orang. ‘’Makanya melalui Desa, Kelurahan, Kecamatan, ya harus mengingatkan kembali, bila perlu dibubarkan bila ada hal-hal seperti itu (Kerumunan),’’ tukasnya.

Langkah lain yang akan dilakukan yakni menyiapkan tempat isolasi terpusat bagi pasien positif covid-19. Saat ini Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial sedang mencari lokasi untuk isolasi terpusat tersebut.

Sementara terhadap penanganan protokol kesehatan sendiri menurut Sekda sempat terjadi miss komunikasi antara Rumah Sakit dengan Puskesmas. Hal itu juga yang mengemuka dalam rapat yang digelar tersebut. ‘’Terkait dengan pencegahan, sekarang dalam penanganannya ini ada di protokol kesehatan. Mereka yang tidak bergejala kalau sudah 10 hari melakukan isolasi maka dianggap sembuh, tidak perlu di swab, tidak perlu diapa-apakan. Sementara di kita ini ada yang sudah dua bulan positif, sampai hari ini tidak hilang-hilang di data itu. Setelah kita tanya, ternyata puskesmas menunggu dari Rumah Sakit, sementara Rumah Sakit tidak mungkin mengeluarkan (Surat Sembuh) karena bukan dalam pengawasannya. Umpamanya di Alas, maka tidak mungkin kami (Rumah Sakit) keluarkan. Sehingga tadi (Dalam Rapat) sudah diputuskan, yang mengeluarkan surat bahwa dia sudah sembuh atau belum sembuh itu adalah puskesmas, di sana ada juga dokter. Sesuai protap kalau selama 14 hari tidak ada gejala, ya sembuh sudah. Tadi diperintah oleh Pak Wabup untuk cek, periksa yang isolasi mandiri itu, kalau sudah sehat maka keluarkan surat dia sudah sehat,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *