Innalillah, Bayi Berkelamin Ganda Akhirnya Wafat ?

Sumbawa, PSnews – Setelah sempat dirawat di RSUD Sumbawa, bayi berkelamin ganda bernama Delisa Apia asal Dusun Bunga Eja, Desa Brang Kesaming, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa NTB akhirnya meninggal dunia. Selain berkelamin ganda, anak dari pasangan Suherman dan Julia tersebut saat lahir tidak memiliki lubang anus dan mulut dalam keadaan sumbing.

Informasi wafatnya Delia Apia diketahui media ini dari akun facebook Fitri Syanafiah. Delia dikhabarkan meninggal dunia di RSUD Sumbawa Selasa (1/10/2019) sekitar pukul 15.30.WITA.

Sebelum meninggal dunia, wartawan media ini sempat menemui dr. Riani Sp.A, yang menangani Delisa di RSUD Sumbawa. Menurut dr Riani, secara sepintas kelamin ganda itu dapat terlihat, namun secara medis belum dapat dipastikan. Saat dirujuk ke RSUD Sumbawa pada (27/9) lalu, papar dr Riani, bayi dalam keadaan sesak nafas dan kedinginan, sehingga pihaknya segera menghangatkan bayi, memasang infus dan memasukannya ke incubator yang disertai dengan tindakan medis lainnya.

Delisa Apia saat dirawat di RSUD Sumbawa

Kondisi bayi saat itu masih dalam keadaan panas dan sempat mengalami kejang. Sementara untuk buang air besar masih belum bisa dilakukan. “Karena kondisi bayi yang sesak, maka kami memberikan oksigen yang memakai tekanan dan selama diberikan oksigen bertekanan tersebut keadaan bayi masih belum stabil, tetap dalam keadaan sesak. Dan kami coba berkonsultasi dengan teman segala bidang bagaimana penanganan bayi ini. Kami juga telah menjelaskan keadaan bayi kepada pihak keluarga (ayah bayi), agar supaya anaknya ini secepatnya dirujuk ke rumah Sakit yang lebih lengkap alatnya dan begitu pula saran dari dokter bedah sendiri. Namun karena permasalahan administrasi serta kondisi biaya, makanya pihak keluarga belum melakukan tindakan untuk merujuk bayinya,’’ terangnya kepada wartawan.

Delisa Apia dilahirkan dengan kelamin ganda

Sementara Ayah Delisa – Suherman yang dikonfirmasi wartawan media ini mengatakan, saat kehamilan istrinya sempat mengalami pendarahaan saat usia kandungan memasuki empat bulan. Setelah kejadian itu, ia mengajak istrinya untuk USG dan konsultasi dengan dokter. Saat itu diketahui kondisi bayinya baik-baik saja, dalam keadaan normal. Namun ternyata ketika melahirkan tidak normal seperti bayi biasanya.

Kelainan pada organ telinga dan jari tangan Delisa Apia

Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak ketika Delisa dianjurkan harus dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih lengkap. Karena keluarganya tidak memiliki biaya dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Sehingga ia mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah maupun uluran tangan para dermawan. 
Namun beberapa jam kemudian, bayi malang tersebut dikhabarka telah meninggal dunia. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *