Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Sumbawa Terapkan ‘Kring Reserse’

Sumbawa, PSnews – Dalam upaya mengantisipasi sekaligus meminimalisir terjadinya kasus kriminalitas, Satuan Reskrim Polres Sumbawa melaksnakan program ‘Kring Reserse’. Program ini berupa pemantauan dan patroli di berbagai tempat yang tergolong rawan tindak kriminalitas, serta pada sejumlah desa dan kelurahan.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson SH, Sik menjelaskan, Kring Reserse menjadi pedoman pelaksanaan bagi petugas reserse di lapangan agar dapat bertugas sesuai peranannya dan mampu melaksanakan kegiatan reserse, yakni menindak dan merespon tindakan kriminalitas. “Program kring reserse merupakan bagian dari langkah pencegahan dan antisipasi kepolisian terhadap tindak kejahatan yang digelar pada malam hari,” papar Elyas yang ditemui Sabtu (20/05/2017).

Tim KUDA Polres Sumbawa mengamankan 3 pemuda yang sedang menenggak minuman keras

Ditegaskan Elyas, dalam giat Kring Reserse juga dibentuk Tim Elite bernama Tim KUDA (Keamanan Untuk Daerah Anda) yang bergerak mulai pukul 20.00 wita hingga pukul 06.00 wita. Saat ini Tim KUDA bergerak masih sebatas wilayah kota Sumbawa Besar secara mobile atau keliling ke setiap kelurahan dan kecamatan. “Bedanya personil Kring Reserse dengan Tim KUDA, yakni Tim Kring Reserse menetap di wilayah tertentu sesuai dengan wilayah tugas masing – masing kelurahan dan desa di kota Sumbawa Besar dan sekitarnya dengan berpakaian preman, hanya dari personil Reskrim. Sedangkan Tim KUDA melakukan tugas secara mobile yang dilengkapi pakaian khusus seperti helm dan rompi anti peluru yang dibentuk dari Satuan Reskrim serta satuan dan fungsi lainnya,” beber Elyas.

Dijelaskannya, personil yang terlibat dalam Tim Elite ini merupakan salah satu bentuk untuk mengasah kemampuan anggota yang dituntut mampu menjalankan tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan adanya Tim KUDA, personilnya lebih peka dan dapat mengenal setiap pelosok wilayah yang menjadi tanggung jawabnya, termasuk mampu mengenali pelaku kejahatan dan jaringannya sehingga bisa mengidentifikasi apabila terjadi tindak kejahatan di lapangan. “Setiap personil dituntut sigap dalam mencegah dan mengantisipasi setiap kejadian di wilayah yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya serta melaporkan setiap kejadian menonjol sehingga bisa diambil langkah pencegahan,” tandas Elyas. (PSj)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *