Pol PP Amankan 9 Dos Brem

Sumbawa, PSnews – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa berhasil mengamankan sembilan dos minuman keras (miras) jenis brem berwarna merah dan putih, yang sudah dibungkus plastik. Selain itu, empat orang pemilik miras tersebut juga dibawa ke markas Pol PP Sumbawa, untuk dimintai keterangan.

Kadis Sat Pol PP Sumbawa – Mas’ud kepada media ini Selasa (9/5/2017) menyatakan, operasi miras ini dilakukan setelah sebelumnya anggota Pol PP berhasil mengamankan tiga remaja disebuah kos-kosan wilayah Kelurahan Brang Biji, karena tidak mengantongi identitas (KTP, red). Dari pengembangan penyelidikan, diketahui kalau mereka juga sedang pesta miras, dan menyebutkan lokasi dimana mereka membeli miras jenis brem tersebut. ‘’Kita harus selamatkan generasi muda Sumbawa dari minuman keras dan penyakit masyarakat lainnya. Dihimbau kepada seluruh masyarakat, agar pada bulan Ramadhan nanti kita harus sucikan bulan itu, tidak boleh dikotori,’’ pintanya.

Sementara Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat – Desire Jadi menambahkan, selain mendapat informasi terkait keberadaan brem tersebut, operasi ini juga dilakukan dalam menghadapi bulan Ramadhan pada akhir Mei ini. Pihaknya menginginkan selama puasa nanti, umat muslim dapat dengan nyaman menjalankan ibadah puasa. ‘’Karena ada informasi soal minuman keras itu, kita langsung tanggapi dengan turun ke TKP di Karang Cemes. Ada empat titik yang menjadi sasaran kita,’’ tukasnya.

Dari hasil turun lapangan tersebut, empat orang pemilik diantaranya dua laki-laki dan dua perempuan berhasil diamankan, bersama sembilan dos miras jenis brem yang sudah dibungkus menggunakan plastik. ‘’Setelah didata kita lanjutkan ke penindakan tipiring, melalui penyidik. Karena mereka ini melanggar Perda Nomor 9 tahun 2015 tentang pengawasan, peredaran dan penjualan minuman keras. Apalagi minuman ini tidak berlabel, jadi harus diwaspadai,’’ ujarnya.

Bahkan kepada wartawan, salah seorang pemilik brem yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku mendapatkan minuman tersebut dari Lombok. Yang dikirim melalui jasa bus antar Kabupaten. ‘’Baru sampai tadi, dipaket menggunakan bus. Saya jual Rp 10.000 per plastik. Biasanya dalam 10 hari sudah habis,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *