Pasien PDP Hendak Dijemput Paksa, Polisi Mediasi Keluarga

Sumbawa, PSnews – Tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19 saat ini, tampaknya masih menjadi tantangan berat bagi Tim Gugus Tugas, termasuk aparat kepolisian. Masih sering terjadi di pelosok negeri adanya upaya jemput paksa pasien dalam pengawasan (PDP) oleh keluarganya dari rumah sakit. Seperti halnya yang terjadi di Rumah Sakit Sering Kabupaten Sumbawa pada hari Kamis (16/7/2020). Kapolsubsektor kota Sumbawa Besar disibukkan oleh adanya sejumlah orang yang ingin menjemput paksa salah seorang keluarganya yang masih berstatus PDP.

Awalnya keluarga pasien PDP tidak mau menerima penjelasan dari pihak rumah sakit dan tetap akan membawa pulang anaknya dengan paksa, dan siap menanggung resiko dan kemungkinan yang terjadi.

Melihat hal tersebut Kapolsubsektor Kota Ipda M.Yusuf bersama anggota memberikan pemahaman dengan sabar dan perlahan kepada pihak keluarga bahwa pasien tersebut belum keluar hasil test swabnya sehingga tidak bisa dipulangkan. Ipda Yusuf juga memberikan pemahaman bahwa pemerintah melalui Dinas Kesehatan Sumbawa saat ini sedang berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pasien PDP, sehingga kondisi pasien nantinya benar-benar sehat serta meminta kepada suami pasien untuk tetap bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak medis serta jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. “Setelah diberikan penjelasan, keluarga akhirnya menerima dengan baik penjelasan kami,” tutur Ipda Yusuf.

IPDA Yusuf (paling kanan) memediasi keluarga pasien

Sebelumnya, keluarga pasien menerima informasi dari Kepala Desa Bajo Medang bahwa anaknya sudah positif covid-19. Setelah mendapat penjelasan bahwa hasil swab belum keluar, ahkirnya orang tua pasien bisa menerima dan tetap mempersilahkan anaknya dirawat sesuai protokol covid dari pemerintah. “Ini disebabkan penjelasan yang kurang tepat, terkait keberadaan pasien saat ini yang mana saat orang tua pasien meminta untuk dibawa pulang dan terkesan diberikan ijin oleh staf dari rumah sakit sering,” tandasnya.

Sementara kondisi pasien saat ini berstatus reaktif dan baru melahirkan, sehingga muncul keinginan yang kuat untuk melihat bayi pasien yang saat ini dipisahkan dengan pertimbangan kesehatan. (PSp)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *