Akibat Covid-19, Ratusan Pengusaha Berhenti Beroperasi

Sumbawa, PSnews – Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa mencatat ada ratusan pengusaha di Kabupaten Sumbawa yang berhenti beroperasi, akibat mewabahnya virus covid-19. “Total UMKM kita ada ribuan. Yang terdampak covid menurut perkembangan sampai dengan kemarin itu ada ratusan. Ada yang tutup total, ada yang bergerak tapi sedikit,’’ ungkap Kepala Diskoperindag – Arif kepada wartawan Kamis (14/5) di kantor Bupati Sumbawa.

Diungkapkan, adapun beberapa jenis usaha yang terdampak pandemi covid-19 yakni IKM sektor kerajinan sebanyak 277 unit usaha. Kemudian UKM penghasil masker di Kabupaten Sumbawa yang terdampak sebanyak 54 unit usaha. Selanjutnya UKM sektor makanan, kuliner, rumah makan, sejumlah 266 unit usaha. “Dengan terjadinya wabah covid-19 ini, dampaknya itu ternyata amat luas. Termasuk sampai kepada sektor ekomoni, pertumbuhan, perkembangan, serta aktifitas para UMKM kita di daerah,’’ terangnya.

Arif

Dari beberapa jenis usaha tersebut, ada yang  berhenti total dalam beroperasi, lantaran tidak ada permintaan atau pembelian. Ada pula yang masih jalan, namun hasilnya tidak begitu berkembang. “Sangat telak dirasakan, ini sebagai bukti bahwa sebagian besar diantara mereka itu berhenti berproduksi, karena tidak ada permintaan, tidak ada pembelian. Yang berproduksi pun dia mengurangi volume produksinya, oleh karena tingkat permintaan pasar rendah. Dan ini juga berdampak luas kepada tenaga kerja yang dipekerjakan, baik oleh home industri, maupun usaha diatas itu yang melibatkan lebih dari sekedar tetangga atau keluarga. Semua mereka terkena dampak itu,’’ tukasnya.

Pihaknya berharap agar para pembeli dapat berbelanja di pengusaha lokal yang ada. Agar para pengusaha yang ada di daerah tetap bertahan dalam berproduksi. “Inilah potret ekonomi kita saat ini. Oleh karenanya kami Pemerintah sejak dari petunjuk Pemerintah Pusat meminta supaya dipacu dicarikan solusinya agar (Usaha) mereka ini tidak mati, agar mereka tidak stagnan. Tentu berbagai upaya penggalian informasi dan potensi serta regulasi yang barangkali nanti akan muncul. Sejak kemarin dan akan datang kita berharap mereka ini benar-benar mendapat perhatian yang selayaknya. Bantuan Pemerintah adalah regulasi relaksasi perkreditan atau permodalan. Ada yang ditunda pembayaran kreditnya, ada yang reschedule kreditnya, dan sebagainya. Itu sudah jalan, tinggal ditunggu kebijakan dan regulasi-regulasi berikutnya yang berpihak dan berdampak positif bagi para pelaku UMKM kita di daerah,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *