Mahalnya Tarif Seluler Direspon Kementerian Kominfo RI

Sumbawa, PSnews – Tim Monitoring Jaringan Telekomunikasi Direktorat Pengendalian Pos dan Informatika, Kementerian Kominfo RI belum lama ini turun ke Kabupaten Sumbawa. Tim melakukan trabas sinyal ke beberapa desa terpencil di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini selain memetakan mana wilayah blank spot, Tim yang diketuai Indra Apriadi ini juga menindaklanjuti laporan masyarakat bahwa ada beberapa titik terkait tarif yang diberlakukan oleh operator, terbilang mahal.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori menyatakan, Tim Kominfo sudah melakukan pengecekan yang menjadi titik permasalahan yang diajukan oleh Pemda dan masyarakat terkait dengan sinyal lemah atau kurang baik, kemahalan tarif dan blank spot. Kegiatan monitoring inipun didampingi oleh operator seluler yang ada di Kabupaten Sumbawa yaitu XL dan Telkomsel yang juga berkomitment akan segera memfollow up untuk wilayah yang lemah sinyal.

Terkait dengan isu kemahalan tarif, kata Ansori, berdasarkan hasil survey Tim Kementerian Kominfo, ditemukan adanya keberagaman tarif antar desa. Namun untuk desa yang warganya mengeluhkan mahalnya tarif, justeru setelah dilakukan pengecekan masih dalam batas normal. Tim Kementerian Kominfo berharap agar kondisi tersebut berlaku seterusnya. Jika ditemu-kenali adanya keluhan lagi, dapat segera disampaikan ke Kominfo. Untuk Desa Tepal terdapat adanya perbaikan dari kondisi tahun lalu.

Bahkan menurutnya, Plt. Direktur Pengendalian Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Sabirin Mochtar melalui pesan WA-nya, untuk tidak segan-segan dan langsung menyampaikan keluhan terkait dengan sinyal telekomunikasi yang ada di Kabupaten Sumbawa. Salah satu putra Sumbawa ini, berharap partisipasi masyarakat dimaksud sangat dibutuhkan untuk tetap menjamin keberlangsungan dan kenyamanan akses telekomunikasi masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumbawa. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *