FKR Berupacara Bendera di Jalan Raya

Sumbawa, PSnews -Upacara yang digelar oleh sekelompok massa yang tergabung dalam Front Keadilan Rakyat (FKR) cukup ekstrim. Mereka melakukan upacara bendera di tengah ruas jalan raya kota Sumbawa Besar, Senin (17/08/2015). FKR memusatkan aksinya tersebut di bundaran Jam Gadang, jalan Kartini, Sumbawa Besar. Hajatnya untuk menunjukkan bahwa seluruh masyarakat memiliki hak untuk merasakan kemerdekaan.

upacara di jalan rayaUpacara bendera tersebut diawali dengan aksi unjuk rasa di lokasi yang sama. Aparat kepolisian  secara ketat mengawal aksi mereka. Massa berorasi secara bergantian mengenai peringatan HUT kemerdekaan RI. Mereka juga tidak lupa membagikan selebaran kepada para pengendara yang melintas jalan tersebut.

Potas, seorang perwakilan massa, berorasi mengatakan bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya tidak dirasakan oleh masyarakat saat ini. Kekayaan negara yang melimpah ruah juga tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Indonesia bangsa yang kaya. Tapi kekayaannya tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil. Kekayaan bangsa dimanfaatkan oleh segelintir orang.

Potas menyentil, bahwa apa yang terjadi saat ini sudah sangat jauh dari apa yang diharapkan oleh para pejuang dulu. Buktinya, harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya tidak dapat terjangkau oleh masyarakat biasa. Pemerintah juga sering melakukan tindakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Sedangkan Rustam Efendi salah seorang peserta aksi mengatakan, yang lebih parah lagi, pendidikan dan kesehatan gratis yang menjadi hak warga, tidak dapat diperoleh. “Dengan adanya jaminan kesehatan bagi masyarakat adalah hanyalah kiasan saja. Karena hal itu adalah cara dari pemerintah untuk lari dari tanggungjawabnya. Sebab, pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat sejatinya adalah tanggungjawab penuh dari pemerintah,”keluh Rustam.

Massa menuntut pendidikan gratis dan demokratis bagi masyarakat. Massa juga menolak berbagai bentuk jaminan kesehatan kepada masyarakat dan meminta agar jaminan kesehatan gratis bagi masyarakat. Sebab, negara ini adalah milik rakyat, bukan milik mafia, pengusaha dan oknum pemerintah rakus.

Setelah puas menyampaikan orasinya, massa kemudian melaksanakan upacara bendera ala aktifis di jalan Kartini. Hanya bermodalkan tiang yang terbuat dari bambu, massa mengibarkan bendera merah putih. Usai mengibarkan bendera, mereka kemudian membubarkan diri. (PSb)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *