Air Terjun Agal, Surga di Tengah Rimba Marente

Sumbawa, PSnews – Rimba Sumbawa menyimpan banyak misteri yang belum terkuak. Semakin digali, semakin tampak misteri alamnya yang amat berharga. Siapa sangka di tengah rimba Desa Marente Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa ini terdapat sejumlah air terjun nan indah bak surga duniawai. Salah satunya adalah air terjun Agal yang belakangan menjadi primadona di kalangan para tracker dan adventours lokal.

Berawal dari grup jejaring sosial di dunia Maya, keberadaan air terjun Agal mulai menyeruak ke permukaan. Ternyata masyarakat Marente sudah lama mengetahui adanya air terjun indah tersebut. Namun karena medan tempuh yang masih diapit rapat oleh vegetasi tropis khas Nusantara, tidak banyak mata pernah melihat keindahan air terjun Agal dengan ketinggian ratusan meter ini.

air Terjun Agal di Desa Marente Alas SumbawaSekitar satu jam waktu tempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua dari Sumbawa Besar ke arah Kecamatan Alas di bagian barat Kabupaten Sumbawa, siapapun bisa bertandang dan melihat langsung keindahan air terjun Agal. Dari eks terminal Alas, ke arah timur menuju Desa Marente yang berjarak kurang lebih 5 kilomeneter dari pusat Kecamatan. Setiba di Marente, pengunjung akan dilayani warga yang menyediakan lokasi parkir khusus roda empat dan roda dua. Hanya membayar Rp 2.000 untuk roda empat dan roda dua, kendaraan pengunjung dijamin tidak akan hilang, karena karcis parkir telah ditetapkan melalui Peraturan Desa setempat. Tapi jangan berharap pengunjung akan boleh membawa barang semaunya. Cat Pilok atau sejenis untuk mencoret bebatuan maupun pohon sangat dilarang keras untuk dibawa ke lokasi air terjun. Begitu pula dengan sabun mandi atau shampo. Jika pengunjung membawa makanan atau minuman untuk persediaan selama perjalanan, maka warga setempat akan mengimbau agar sebaiknya setelah makanan dan minuman tersebut dihabiskan hendaknya sampahnya dimasukan ke dalam kantong plastik dan dibawa pulang.

Setelah memparkir kendaraan, pengunjung cukup berjalan ke timur menuju sungai Marente dengan waktu tempuh hanya 10 menit dengan berjalan kaki. Di sungai itulah tantangan mulai terasa. Dinginnya air sungai merasuk menusuk pori-pori kulit hingga sumsum tulang kaki. Derasnya arus sungai kerap menghanyutkan tubuh pengunjung, sesekali bongkahan batu di dasar sungai ikut terinjak. Maka sebaiknya pengunjung membawa sebatang tongkat untuk menahan derasnya arus sungai dan meraba titik dalam atau dangkal dan bebatuan di dasar sungai.

Sekitar 5 menit menyeberangi sungai sedalam dada orang dewasa tersebut, pengunjung akan langsung melihat papan petunjuk arah menuju  dua air terjun, yakni Agal ke arah kiri dan Saketok ke arah kanan. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan mendaki jalan setapak di lereng bukit. Di kiri kanan masih rimbun dengan pepohonan yang menjulang tinggi.

Jalan setapak berbatu dan licin akan mengiringi petualangan menuju air terjun Agal. Butuh satu jam hingga dua jam perjalanan yang menantang. Kadang kala badan dan kaki tersangkut duri pepohonan yang tumbuh di sekitar jalur pendakian.

Tidak jarang, ada pula pengunjung yang kadang putus asa untuk melanjutkan perjalanan menuju surga tersembunyi itu. Namun, rasa lelah yang menyelimuti perjalanan seketika akan hilang ketika mata terpaku melihat tebing curam yang menjatuhkan buih-buih air menghamtam bebatuan di bawahnya.

Selain air terjun, pengunjung juga bisa menikmati kolam yang ada di bawah air terjun untuk mandi atau sekedar bermain air. Atau bagi yang hobi memfoto panotama alam (landscapers) maka pilihan menjepret air terjun dari segala angle akan memuaskan dahaga si fotografer.

Tokoh masyarakat Desa Marente, Muhammad Sabit, mengaku bahwa ia dan rekannya yang pertama merancang atau mengisiasi untuk mengenalkan air terjun agal kepada khalayak melalui sebuah grup Adventurous Sumbawa.

“Sebenarnya masih banyak lagi air terjun yang indah di kawasan hutan marente seperti air terjun Saketok, Sabra, Rangala, Sabata, Brang Dalap, Talbir dan Batu Payung. Namun hanya air terjun agal dan saketok yang lazim dikenal dan kerap ramai dikunjungi warga, karena perjalanan menuju air terjun lainnya sangat jauh dari Desa Marente,” terang Sabit.

Salah seorang pengunjung, Aldi, mengaku kedatangannya ke air terjun agal hanya untuk mengisi waktu liburan sembari bermain bersama teman-temannya. Keindahan air terjun ini membuatnya sering datang ke hutan Marente. (PSb)

Komentar

comments

One thought on “Air Terjun Agal, Surga di Tengah Rimba Marente

  • July 29, 2015 at 8:42 am
    Permalink

    MARENTE= “MAras REna Nyaman aTE” :v

    emang bagus agal waterfall…
    kangen ke sana lagi
    :v :v

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *