ABG Terindikasi PSK Terjaring Operasi Pol PP

Sumbawa, PSnews – Petugas Satpol PP Kabupaten Sumbawa kembali menggelar operasi, terutama menyisir rumah kos-kosan dan lokasi yang sering menjadi tempat tongkrongan siswa bolos saat jam pelajaran berlangsung. Hasilnya dari belasan remaja diamankan, salah satunya terindikasi Perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kasi Penyidik Satpol PP Sumbawa – Sukarman mengungkapkan, dalam operasi itu petugas mengamankan dua pasang muda-mudi tanpa ikatan yang sah di dalam kamar kos-kosan di wilayah PPN Bukit Permai Kelurahan Seketeng. Keempatnya pun langsung dibawa ke Markas Pol PP untuk didata dan dimintai keterangan. “Kami mendapat laporan dari masyarakat sekitar. Petugas pun langsung turun lokasi untuk memastikan kebenaran laporan tersebut,’’ terangnya kepada wartawan Rabu (30/11/2016).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, salah seorang remaja atau Anak BAru Gede (ABG) yang terjaring terindikasi PSK. Pihaknya sengaja tidak mengirim remaja yang usianya sekitar 17 tahun tersebut ke panti rehabilitasi karena masih dibawah umur. ABG tersebut dikembalikan kepada orang tuanya supaya diberikan pembinaan secara langsung oleh keluarganya. Termasuk terhadap pasangan lain yang juga dikembalikan ke orang tuanya masing-masing. “Kita kembalikan mereka ke orang tuanya masing-masing. Harapannya agar bisa dibina dan dipantau secara langsung,’’ tandasnya.

Namun sebelum diserahkan ke orang tuanya, mereka diminta untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Bila kembali tertangkap, maka akan langsung dikirim ke panti sosial Budi Rini di Mataram.
“Dari beberapa operasi yang sudah kami lakukan, sejumlah pemilik kos mulai meningkatkan pengawasan terhadap penghuni kosnya. Operasi ini akan terus kami lakukan demi keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami juga mengamankan muda-mudi yang tidak memiliki KTP dan sudah dikoordinasikan dengan Dinas Dukcapil agar mereka bisa difasilitasi,” tegasnya.

Selain itu, petugas juga menyisir sebuah warung di belakang Kantor BRI Unit Sumbawa di Kelurahan Seketeng. Sebanyak empat siswa yang bolos saat jam sekolah berlangsung berhasil diamankan. Terhadap hal ini, pihaknya berkoordinasi dengan sekolah dan Dinas Diknas agar siswa tersebut bisa dilakukan pembinaan secara langsung oleh gurunya.
“Dari semua yang kita periksa, ada salah satu yang mengkonsumsi tramadol. Dia sudah tamat sekolah. Kami harap SKPD terkait dapat melakukan pengawasan lebih terhadap peredaran tramadol ini,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *