Pasca Operasi di RS Sanglah Bali, Kesehatan Ahmad Memburuk

Sumbawa, PSnews – Bayi penderita penyakit Hydrocephalus, Ahmad Al Akbar (1,6) kembali harus menjalani perawatan di RSUD Sumbawa sejak Selasa (05/01/2016) sekitar pukul 11.00 wita, karena kesehatannya kembali memburuk. Padahal Ahmad Al Akbar baru berada di Sumbawa 3 hari yang lalu sejak menjalani operasi penyakitnya di Rumah Sakit (RS) Sanglah, Denpasar, Bali akhir Desember 2015 yang lalu. Operasi penyakitnya terhitung cukup berhasil karena volume cairan di kepalanya telah berkurang dari ukuran dan jumlah sebelumnya.

dr. KoeswardonoKondisi kesehatan Ahmad yang memburuk tersebut ditandai dengan pasien mengalami kejang-kejang dan panas demam. Sehingga ibu bayi, Sairah didampingi relawan Gerakan Peduli adik Ahmad, Qashiratutharafi (Thara), membawa Ahmad ke RSUD Sumbawa untuk diberikan perawatan pada Selasa malam.

Dokter specialis anak RSUD Sumbawa, dr. Koeswardono, S.piA., ditemui Rabu (06/01/2016) di ruang rawat inap anak, Lavender, RSUD Sumbawa mengkonfirmasi bahwa terhadap pasien tersebut sebelumnya telah dioperasi di RS Sanglah dan pihaknya kini hanya memperbaiki transfusi darah ke tubuh pasien serta menurunkan panas pasien. Sebab mungkin terjadi infeksi setelah operasi tersebut.

Setelah nanti stabil kata dr. Koes, pihaknya akan berkonsultasi ke dokter bedah mengenai kemungkinan adanya masalah pada pompa atau selang yang dimasukan di bawah kulit kepala pasien ketika operasi.

“Sekarang kejangnya teratasi, kondisinya baik dan nanti 3 bulan kontrol lagi. Tapi kalau dari dokter bedah mengatakan bahwa ada gangguan aliran, ini kan sudah kempes. Jadi cairan ini dialirkan ke selang, selangnya masuk ke bawah kulit, cairan kepala itu masuk ke perut terus dibuang,” jelas dr. Koes.

Ia menambahkan, kalau tidak ada masalah dan nanti setelah perbaikan tidak panas, kemudian kondisinya baik maka pasien dapat dipulangkan ke rumah menunggu jadwal kontrol lagi.

“Kalau ada masalah di pompanya, nanti kita rujukkan ke Denpasar lagi. Sekarang kondisinya sudah tidak kejang, panasnya sudah agak turun, kita masukkan darah. Karena darah ini ibaratnya kalau lampu itu minyaknya, kalau motor bensinnya. Yang bawa makanan, oksigen ke seluruh tubuhnya dari produksi sel darah merah ini,”papar dokter senior di RSUD Sumbawa tersebut. (PSb)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *