Sumbawa, pulausumbawanews.net – Rencana pengembangan tambang tembaga dan emas Blok Elang dengan nilai investasi masa konstruksi yang diperkirakan mencapai Rp80 triliun mendapat sambutan dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si.
Menurut Abdul Rafiq, rencana investasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tersebut menjadi peluang besar bagi Sumbawa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Hal itu disampaikannya menyusul pelaksanaan Konsultasi Publik Rencana Kegiatan Pertambangan Tembaga dan Emas Blok Elang beserta fasilitas pendukungnya yang mencakup wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.
“Harapan kita bersama, dengan beroperasinya Blok Elang ke depan, pertumbuhan ekonomi Sumbawa semakin meningkat, lapangan kerja semakin terbuka, UMKM dan pengusaha lokal semakin berkembang, serta kesejahteraan masyarakat dapat kita tingkatkan,” ujar Abdul Rafiq.
Ia menilai besarnya nilai investasi yang akan masuk selama masa konstruksi berpotensi menciptakan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, tumbuhnya usaha lokal, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, Abdul Rafiq mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal proses pengembangan Blok Elang secara bersama-sama agar investasi tersebut dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Di tengah kondisi fiskal daerah yang cukup sulit, investasi seperti ini tentu sangat kita harapkan. Selain mendorong aktivitas ekonomi dan membuka lapangan kerja, kita juga berharap ke depan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima daerah, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.
Abdul Rafiq menegaskan, investasi dan kepentingan masyarakat bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Menurutnya, keberadaan investasi justru perlu diiringi dengan komunikasi dan kolaborasi agar kepentingan pembangunan serta aspirasi masyarakat dapat berjalan beriringan.
“Kita ingin investasi ini berjalan dengan baik. Tentu, aspirasi masyarakat perlu didengar, aspek lingkungan harus diperhatikan, dan kesempatan bagi tenaga kerja serta pelaku usaha lokal perlu terus dibuka. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, kita berharap berbagai hal dapat dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Ia juga berharap konsultasi publik tidak sekadar menjadi tahapan formal, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat dan membangun kepercayaan antara perusahaan, pemerintah, serta masyarakat.
Bagi Abdul Rafiq, rencana pengembangan Blok Elang merupakan peluang pembangunan jangka panjang yang perlu dikawal secara bersama-sama.
“Ini adalah harapan dan peluang besar bagi Sumbawa. Dengan rencana investasi sekitar Rp80 triliun pada masa konstruksi, tentu banyak manfaat ekonomi yang kita harapkan. Mari kita jaga bersama, kita kawal dengan semangat kebersamaan, agar kehadiran Blok Elang nantinya menjadi bagian dari ikhtiar kita mewujudkan Sumbawa yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera,” pungkasnya. (PSa)!
