Sumbawa, pulausumbawanews.net — Kabupaten Sumbawa tak ingin sekadar menjadi penonton dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB). KONI Kabupaten Sumbawa bersama DPRD Kabupaten Sumbawa mulai bergerak serius mendorong Sumbawa dipercaya menjadi salah satu daerah penyelenggara pertandingan PON XXII.
Keseriusan itu ditunjukkan melalui langkah konsultasi dan koordinasi langsung dengan KONI Pusat serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan DPRD dalam perjuangan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa agenda menjadi tuan rumah PON bukan sekadar kepentingan KONI, melainkan telah menjadi kepentingan daerah secara kelembagaan.
“Ini bukan hanya agenda KONI. Ketika DPRD ikut hadir dan melakukan konsultasi, ini menunjukkan bahwa ada dukungan kelembagaan dan keseriusan Kabupaten Sumbawa untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan PON XXII,” ujar Abdul Rafiq.
Dalam konsultasi tersebut, rombongan diterima langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Binpres KONI Pusat Soewarno, serta Caretaker KONI NTB Yosep.
Rombongan DPRD Kabupaten Sumbawa dipimpin Ketua DPRD Nanang Nazruddin, didampingi Wakil Ketua III Zulfikar Dimitri, Ida Rahayu dan Samsul Hidayat. Sementara dari KONI Kabupaten Sumbawa hadir Bendahara KONI Sumbawa Auliah Azman.
Kunjungan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Ketua Pengprov Angkat Besi NTB Karina De Vega dan Ketua Pengprov Kick Boxing NTB Junaidi Kasum.

Pertemuan lintas unsur tersebut menjadi bagian dari langkah membangun komunikasi dan sinergi untuk mempersiapkan Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu lokasi pertandingan PON XXII.
Empat Cabor Didorong Digelar di Sumbawa
Dalam pertemuan itu, Kabupaten Sumbawa mendorong sedikitnya empat cabang olahraga untuk dipertandingkan di Sumbawa, yakni panahan, grass track, pickleball dan tarung derajat.
Abdul Rafiq menyebut, secara prinsip KONI Pusat menginginkan Kabupaten Sumbawa dapat mengambil bagian dalam penyelenggaraan PON XXII. Karena itu, KONI Sumbawa akan menyiapkan seluruh aspek yang dibutuhkan untuk membuktikan bahwa daerah tersebut memiliki kapasitas sebagai salah satu lokasi pertandingan.
Menurutnya, pembagian venue PON di NTB juga harus memperhatikan keberadaan dua pulau besar, yakni Lombok dan Sumbawa.
“NTB ini terdiri dari dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa. Jadi penyelenggaraan PON jangan sampai kegiatan hanya menumpuk di Pulau Lombok. Pulau Sumbawa juga harus mendapatkan ruang yang proporsional sebagai bagian dari tuan rumah,” katanya.
Bagi Sumbawa, menjadi bagian dari penyelenggaraan PON bukan hanya soal olahraga. Event olahraga nasional tersebut dinilai dapat menjadi momentum besar untuk mengangkat promosi daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“PON ini bukan hanya tentang pertandingan dan medali. Ada promosi daerah, pariwisata, UMKM, kuliner, transportasi, perhotelan dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat yang akan bergerak ketika Sumbawa menjadi tempat datangnya atlet dan kontingen dari seluruh Indonesia,” jelasnya.
Siapkan Venue, Sambut Visitasi KONI Pusat
KONI Sumbawa juga menyambut baik rencana tim visitasi KONI Pusat yang akan datang langsung ke Kabupaten Sumbawa untuk melihat kesiapan venue serta fasilitas pendukung.
Abdul Rafiq memastikan pihaknya akan mempersiapkan seluruh kebutuhan visitasi tersebut. Ia menegaskan, Sumbawa tidak harus membangun seluruh venue dari nol. Fasilitas yang sudah tersedia akan dioptimalkan melalui pembenahan dan peningkatan kualitas agar memenuhi kebutuhan pertandingan.
“Kami akan mempersiapkan semuanya. Ketika tim visitasi KONI Pusat datang, kita ingin menunjukkan bahwa venue-venue yang ada di Sumbawa layak digunakan sebagai venue pertandingan PON. Tidak semuanya harus membangun baru. Yang sudah ada kita benahi, kita tingkatkan kualitasnya dan kita sesuaikan dengan kebutuhan pertandingan,” tegas Abdul Rafiq.
Menurutnya, pekerjaan besar tersebut tidak mungkin hanya dibebankan kepada KONI. Dibutuhkan dukungan bersama dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa, DPRD, Forkopimda, perangkat daerah, pengurus cabang olahraga, dunia usaha hingga masyarakat.
“Ini kesempatan besar bagi Sumbawa. Kita harus menyambutnya dengan kerja bersama. Kami mengapresiasi DPRD Sumbawa yang telah memberikan dukungan nyata dengan ikut berkonsultasi ke KONI Pusat dan Kemenpora. Selanjutnya mari kita persiapkan Sumbawa sebaik mungkin untuk menyambut visitasi KONI Pusat,” ujarnya.
Abdul Rafiq berharap semangat dan optimisme seluruh pemangku kepentingan tetap terjaga. Baginya, kesempatan menjadi bagian dari PON XXII harus dijawab dengan kesiapan nyata, bukan sekadar wacana.
“Kalau kita ingin Sumbawa dipercaya, maka kita harus menunjukkan kesiapan. Venue siap, pemerintah daerah siap, masyarakat siap, dan seluruh stakeholder olahraga siap. Kita ingin PON tidak hanya sukses penyelenggaraan dan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumbawa,” pungkasnya. (PSa)
