Sumbawa, pulausumbawanews.net– Duka menyelimuti keluarga korban musibah tambang emas Lantung. Dalam kejadian tersebut, tiga orang pekerja tambang meninggal dunia, yakni Syaifullah (warga Desa Pelita), Imansyah (warga Desa Pelita) dan Syarafuddin (warga Desa Mamak). Dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas.
Ketiga korban meninggal dunia setelah tebing di areal tambang tersebut ambruk pada Sabtu malam.
Menyusul musibah itu, Wakil Bupati Sumbawa bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Camat Moyo Hilir turun langsung menemui keluarga korban, Minggu (6/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tengah menghadapi kehilangan. Dalam suasana duka, pemerintah daerah memastikan kehadirannya di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Wakil Bupati Sumbawa menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi. Ia mendoakan kedua korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan korban yang mengalami cedera segera diberikan kesembuhan.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Kepada korban yang mengalami cedera, semoga segera diberikan kesembuhan,” ungkapnya.
Di sisi lain, musibah tersebut kembali menyoroti pentingnya faktor keselamatan dalam aktivitas pertambangan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengingatkan agar aspek keselamatan menjadi perhatian utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.
Pemkab Sumbawa berharap peristiwa yang terjadi di Lantung menjadi perhatian bersama, sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan lebih aman dan tidak kembali menelan korban jiwa. (PSa)
