Mataram, pulausumbawanews.net – Keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tidak mengakui hasil pertandingan sekaligus membekukan perolehan medali cabang olahraga (cabor) Taekwondo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 menuai dukungan dari sejumlah warganet.
Dukungan tersebut ramai disampaikan melalui berbagai platform media sosial, mulai dari Facebook hingga grup WhatsApp, menyusul polemik yang terjadi pada pelaksanaan pertandingan Taekwondo di Lombok Tengah.
Salah seorang warganet, Elly Sultony, menyampaikan apresiasinya terhadap sikap tegas KONI NTB yang dinilai berani mengambil keputusan setelah Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) NTB tidak mengindahkan peringatan yang telah diberikan. “Kami salut sikap tegas KONI NTB dalam menyikapi arogansi panitia pelaksana pertandingan Taekwondo di ajang Porprov yang mengusir ofisial TI Sumbawa saat mengikuti Technical Meeting (TM) di Lombok Tengah. Padahal semua atlet Sumbawa sudah dianggap sah oleh KONI NTB menjadi peserta Porprov. Terima kasih juga kepada KONI Sumbawa yang telah mendukung segala hal berkaitan dengan keperluan sembilan atlet Taekwondo Kabupaten Sumbawa,” tulis Elly Sultony di Grup WhatsApp Sabalong Samalewa, Selasa (22/7/2026).
Hal senada juga disampaikan Evi, Iwan Karyawansyah, Iskandar dan Mastar yang mendukung langkah KONI NTB membekukan medali di pertandingan Taekwondo pda Ajang Porprov NTB. Menurut mereka, langkah tegas KONI NTB memang patut dilakukan dalam menghadapi Pengurus Cabor yang sulit ajak berkoordinasi. “Kami dukung langkah tegas tegas KONI, asal jangan plin plan. Jangan sampai sekarang dibekukan, besok berubah lagi dimaafkan,” ujar Iwan di grup WA Sabalong Samalewa.
Keputusan KONI NTB tersebut diambil setelah Pengprov TI NTB dinilai tidak mengindahkan panggilan maupun surat peringatan yang telah dilayangkan terkait tidak diikutsertakannya sembilan atlet Taekwondo Kabupaten Sumbawa, meskipun sebelumnya mereka telah dinyatakan sah sebagai peserta Porprov XII NTB 2026 oleh KONI NTB.
KONI NTB sebelumnya telah menginstruksikan agar seluruh atlet Taekwondo Kabupaten Sumbawa yang telah memenuhi persyaratan diberikan hak untuk mengikuti pertandingan. Namun, instruksi tersebut tidak dijalankan oleh pihak Pengprov TI NTB.
Akibatnya, KONI NTB mengambil langkah tegas dengan menyatakan seluruh hasil pertandingan Taekwondo yang diselenggarakan Pengprov TI NTB di Lombok Tengah tidak diakui sebagai bagian dari hasil resmi Porprov XII NTB 2026.
Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Ketua Umum KONI NTB Nomor 189/KONI-NTB/VII/2026 tentang Hasil Pertandingan Tidak Diakui sebagai Hasil Pelaksanaan Porprov XII NTB Tahun 2026 yang ditujukan kepada Ketua Umum Pengprov TI NTB.
Dalam surat tersebut, KONI NTB menegaskan bahwa sebelumnya telah menerbitkan Surat Nomor 186/KONI-NTB/VII/2026 mengenai penundaan pertandingan cabang olahraga Taekwondo Porprov XII NTB 2026. Namun karena surat tersebut tidak diindahkan, maka hasil pertandingan yang tetap dilaksanakan berpotensi tidak diakui sebagai hasil resmi Porprov.
Melalui surat itu pula, KONI NTB meminta keputusan tersebut dilaksanakan sebagaimana mestinya sebagai bentuk penegakan aturan organisasi dan menjaga integritas penyelenggaraan Porprov XII NTB 2026.
Kasus Taekwondo Porprov XII NTB menjadi perhatian luas masyarakat karena dinilai mencederai semangat sportivitas, setelah sembilan atlet Kabupaten Sumbawa yang telah dinyatakan sah sebagai peserta tidak diberikan kesempatan bertanding. Keputusan KONI NTB yang membekukan medali pun kini mendapat respons positif dari berbagai kalangan yang berharap polemik serupa tidak kembali terjadi pada penyelenggaraan olahraga daerah di masa mendatang. (PSa)
