Tidak semua juara lahir dari fasilitas yang sempurna. Sebagian lahir dari keterbatasan, ditempa oleh kerja keras, dan dibesarkan oleh mimpi yang tak pernah menyerah pada keadaan. Kisah itulah yang melekat pada sosok Aurelia Akiko (16), perenang muda asal Kabupaten Sumbawa yang berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Akuatik Sumbawa pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII NTB 2026.
Di balik senyum bahagianya saat berdiri di podium juara nomor 50 meter gaya punggung putri, tersimpan perjalanan panjang yang jauh dari kata mudah.

Siswa yang baru lulus di SMPK Diponegoro Sumbawa ini bukan atlet yang dibesarkan dengan kolam renang bertaraf nasional. Ia juga bukan berasal dari keluarga berada. Putri pasangan Doni dan Yusi itu tumbuh di lingkungan sederhana di Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa. Namun dari keluarga sederhana itulah lahir semangat besar untuk mengukir prestasi.
Hampir setiap hari, Aurelia berlatih di kolam renang yang panjangnya hanya sekitar 16 meter di Dusun Sering, Sumbawa. Jarak kolam renang itu bahkan belum mencapai setengah panjang kolam standar pertandingan internasional yang mencapai 50 meter.

Keterbatasan fasilitas ternyata tidak mampu membatasi mimpinya.
Pelatihnya, Achmad Juli Eka Buana Putra, menjadi saksi bagaimana tekad Aurelia tumbuh sejak masih kecil. Baginya, Aurelia adalah atlet yang memiliki keberanian luar biasa. “Akiko itu anak yang nekat. Kalau sudah punya target, dia tidak pernah mundur,” kenangnya.
Kenekatan itu pernah benar-benar diuji pada 2025. Demi mengikuti Kejuaraan Renang Antar Klub di Bali, Aurelia rela menempuh perjalanan jauh hanya dengan berboncengan sepeda motor bersama pelatihnya. Tidak ada kemewahan. Tidak ada fasilitas istimewa. Yang ada hanyalah keyakinan bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil.
Perjalanan sederhana itu berbuah manis. Aurelia sukses meraih Juara III nomor gaya kupu-kupu, sekaligus menambah pengalaman bertanding di luar daerah pada sejumlah nomor, termasuk gaya bebas dan individual medley. Pengalaman itulah yang perlahan menempa mentalnya.
Ketika tampil di PORPROV XII NTB 2026, sosok Aurelia seolah berubah menjadi atlet yang penuh percaya diri. Sejak start hingga menyentuh dinding finis, ia berenang dengan teknik yang matang dan kecepatan yang konsisten, meninggalkan para pesaingnya dari kabupaten dan kota lain di Nusa Tenggara Barat.
Medali emas pun akhirnya menjadi miliknya. Bagi sang pelatih, kemenangan itu bukan sekadar hasil perlombaan. “Saya kagum sekaligus terharu melihat penampilannya. Mental bertandingnya jauh berkembang. Dia tampil penuh keyakinan,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut melengkapi prestasi yang sehari sebelumnya telah ia ukir lewat medali perak pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri.
Ketua Cabang Olahraga Akuatik Kabupaten Sumbawa, Hj. Jamila, S.Pd.SD, menyebut emas yang diraih Aurelia merupakan buah dari latihan panjang dan dedikasi tanpa henti. “Raihan emas dari Aurelia membuktikan bahwa dedikasi dan latihan intensif selama masa persiapan membuahkan hasil yang manis bagi tanah Sabalong Samawa,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si. Menurutnya, kemenangan Aurelia menjadi bukti bahwa atlet-atlet daerah mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat provinsi. “Ini bukti bahwa atlet Sumbawa memiliki mental juara. Semoga keberhasilan Aurelia menjadi motivasi bagi seluruh atlet yang masih berjuang membawa nama daerah,” ujarnya.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) KONI Sumbawa, Syamsul Fatriah mengungkapkan, saat melakukan uji ketahanan fisik atlet akuatik, dirinya sudah memprediksi Akiko bakal meraih medali di Porprov XII NTB. “Kami memprediksikan Aurel Akiko akan dapat meraih medali perak, namun tidak menyangka dia dapat emas. Syukur Alhamdulillah, kami ikut bangga,” ungkap Coel sapaan akrab Syamsul Fatriah.
Kisah Aurelia mengajarkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari kemewahan fasilitas. Kadang-kadang, seorang juara justru ditempa dari kolam kecil, perjalanan sederhana, dan keluarga yang tak pernah berhenti memberi doa.
Dari kolam sepanjang 16 meter di sudut Sumbawa, seorang gadis remaja akhirnya membuktikan bahwa mimpi tidak mengenal ukuran. Yang menentukan hanyalah keberanian untuk terus berenang melawan keterbatasan.
Dan di PORPROV XII NTB 2026, keberanian itu menjelma menjadi medali emas. (Dd)
