Jaring Ikan di Laut, Nasib Pasutri Berujung Maut

Sumbawa, pulausumbawanews.net – Sungguh tragis nasib pasangan suami istri (Pasutri) Made Suratyana (38) – Ni Putu Sutri (38) warga Dusun Suka Damai, RT/RW 04/009 Desa Labuhan Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pergi bersama menjala ikan di perairan Pantai Sentigi Desa Luk Kecamatan Rhee, siapa sangka nasibnya berujung maut.

Pertama jasad isterinya ditemukan dalam kondisi mengapung di pantai Sentigi, Senin sore (30/3/2026) sekitar pukul 17.00 Wita oleh seorang saksi bernama Janaria yang saat itu tengah memancing cumi di pesisir pantai bersama rekannya.

Setelah diselidiki, ternyata korban diketahui bernama Ni Putu Sutri (38) warga Dusun Suka Damai, Desa Labuhan Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa. “Saksi melihat sesosok tubuh perempuan dalam kondisi terombang-ambing di pinggir pantai. Ia kemudian memanggil warga lainnya dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian,” ungkap Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini SH., S.IK melalui Kapolsek Rhee, IPDA Romy Octovian Munir, SH.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Rhee bersama warga langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi. Sekitar pukul 19.00 Wita, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Rhee untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tenaga medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan meninggal dunia sekitar satu jam sebelum ditemukan.

Dari keterangan pihak keluarga, sebelum kejadian korban sempat mengajak adiknya untuk mencari ikan menggunakan jaring di Pantai Sentigi sekitar pukul 13.00 Wita. Namun ajakan tersebut ditolak. Korban kemudian pergi bersama suaminya, Made Suratyana ke lokasi tersebut.

Suami Korban Ditemukan

Keesokan harinya, Selasa pagi (31/3/2026) sekitar pukul 09.30 WITA, Tim Gabungan berhasil menemukan suaminya, Made Suratnya (38).

Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa Muhammad Nurhidayat ST, melalui Kabid II, Dr. Rusdianto AR, menyampaikan bahwa korban ditemukan setelah tim melakukan penyisiran selama kurang lebih 20 menit di kedalaman sekitar 3 meter dari titik awal korban dilaporkan hilang. “Korban sebelumnya sedang melakukan aktivitas menjaring ikan bersama istrinya. Berdasarkan keterangan saksi, keduanya tidak bisa berenang sehingga diduga tenggelam saat berada di lokasi,” bebernya.

Sejak sore sebelumnya, tim BPBD telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, untuk melakukan upaya pencarian. Sore itu tidak bisa melakukan pencarian karena hari sudah mulai gelap, sehingga esoknya diputuskan untuk melakukan pencarian.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, serta dua tim penyelam telah berada di lokasi sejak pukul 07.00 WITA guna melakukan pengumpulan informasi sebelum melakukan penyisiran darat dan laut.

Proses pencarian juga dibantu menggunakan perahu karet milik BPBD dan BASARNAS untuk mempercepat evakuasi korban.

Diketahui, kedua korban berprofesi sebagai petani, dan aktivitas menjaring ikan dilakukan sebagai kegiatan sampingan saat waktu luang. “Korban perempuan ditemukan lebih dahulu dalam kondisi meninggal dunia pada sore hari. Sedangkan suaminya baru ditemukan pagi ini oleh tim SAR gabungan yang dipimpin BPBD Kabupaten Sumbawa,” tutupnya.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut, terutama bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang. (PSa)

Komentar

comments

Shares

Related posts

Leave a Comment