Jelang Pemilu, Polres Sumbawa Petakan Daerah Rawan Konflik

Sumbawa, PSnews – Pelaksanaan Pemilu tinggal beberapa minggu lagi. Berbagai persiapan telah dilakukan jajaran Polres Sumbawa, seperti menyiapkan pasukan berikut armadanya. Termasuk memetakan beberapa daerah yang dinilai rawan terjadinya konflik saat pesta demokrasi berlangsung.

‘’Seluruh komponen harus bersinergi, baik itu seluruh pasukan TNI – Polri, kemudian seluruh ormas-ormas, linmas dan kami juga berkoordinasi dengan para stake holder yang ada di Kabupaten Sumbawa,’’ kata Kapolres Sumbawa – AKBP Tunggul Sinatrio kepada wartawan.

Diungkapkan, personel sudah disiapkan untuk melakukan pengamanan Pemilu 17 April 2019. Anggota Polri dari Polres Sumbawa saja sekitar 268 personel, kemudian pihaknya juga meminta bantuan dari BKO Polda sebanyak 168 personel. Begitu pula bantuan dari TNI sekitar 60 personel. Belum lagi dari Brimob. Termasuk anggota linmas (Perlindungan masyarakat) dimana satu TPS ditempatkan dua personel. ‘’Metode yang digunakan dalam pengamanan yang jelas nanti saat pengamanan TPS itu yang paling penting. Disini ada sebanyak 1424 TPS,’’ terangnya.

Menurutnya, pada 25 Maret ini sudah mulai dilaksanakan kampanye rapat umum. Sehingga metode pengamanan yang diterapkan yakni tetap memanfaatkan kemitraan dengan komponen masyarakat di Kabupaten Sumbawa, ini untuk sama-sama menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah. Kemudian juga tetap menggandeng Bawaslu dan Panwascam sampai ke tingkat desa, untuk mengantisipasi adanya berita hoax, adanya ajakan hasutan untuk berbuat anarkis, kemudian untuk mencegah adanya politisasi di tempat ibadah dan sebagainya. ‘’Untuk sama-sama kita mencegah kegiatan-kegiatan seperti itu, agar tidak ada kegiatan-kegiatan yang berimbas menjadi anarkis,’’ tandas Kapolres.

Dalam Pemilu ini juga pihaknya telah memetakan beberapa daerah yang dinilai rawan terjadinya konfllik. Seperti Kecamatan yang jaraknya jauh, juga wilayah kepulauan seperti di Kecamatan Labuhan Badas. ‘’Untuk di Kabupaten Sumbawa adalah mungkin Kecamatan yang dulunya pernah ada permasalahan, antara lain seluruh Kecamatan yang kita petakan seperti Lape dan Lunyuk karena jauh, kemudian wilayah yang ada pulau seperti Labuhan Badas. Di Kecamatan tersebut kita kategorikan masalah keamanan TPSnya adalah sangat rawan. Karena sangat rawan itu maka polanya adalah 212, dua polisi satu TPS dua linmas,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *