Pengembangan Kawasan SAMOTA Butuh Sinergitas

Sumbawa, PSnews – Pengembangan kawasan SAMOTA (Teluk Saleh – Pulau Moyo – Gunung Tambora) membutuhkan sinergitas bersama. Hal ini disampaikan penggagas kawasan SAMOTA, Ir. Badrul Munir, MM saat melakukan ekspose sekaligus diskusi dengan pihak DPRD Kabupaten Sumbawa terkait progres pembangunan Kawasan SAMOTA pada Senin (08/05). Menurut BAM sapaan akrab Badrul Munir, komitmen semua pihak tersebut penting mengingat selama ini belum terlihat adanya sinergitas antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Propinsi, maupun Pemerintah Pusat, sehingga program – program yang berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan kawasan Samota belum sesuai dengan harapan masyarakat.

Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata ketika ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya usai kegiatan tersebut menegaskan bahwa pihaknya mengundang Tim percepatan Pengembangan Kawasan SAMOTA, yakni Regional Institut 104 yang telah di-SK-kan oleh Gubernur NTB, sekaligus penggagas kawasan SAMOTA yakni Wakil Gubernur NTB (2008-2013), Ir. H. Badrul Munir MM. “Pertemuan tersebut membahas beberapa langkah strategis yang akan diambil oleh pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan SAMOTA serta memetakan lokasi –lokasi yang menjadi penghambat percepatan pengembangan SAMOTA,” terang Budi.
Selain membahas langkah kedepan dalam mengembangkan kawasan SAMOTA, pertemuan tersebut juga membahas upaya untuk memperkuat rencana Detail tata ruang Sumbawa diperkuat rencana detail bagunan dan lingkungan. Karena itu, DPRD Sumbawa mendorong Pemda agar fokus dengan program di kawasan tersebut, supaya segera mengembangkan desa-desa wisata di sepanjang SAMOTA dengan payung hukum yang jelas. “Upaya ini tentunya dilakukan dengan peran semua pihak, DPRD Sumbawa memandang selama ini peran dan sinergisitas Pemerintah Daerah melalui SKPD yang ada dalam pengembangan kawasan SAMOTA selama belum maksimal dan belum terbangun dengan baik,” ungkap Budi.
Karena itu, lanjut Budi, pihaknya mendorong pemerintah daerah melalui SKPD terkait untuk segera membuat satu terobosan di kawasan SAMOTA mengingat faktor pendukung seperti infrastruktur dari pemerintah provinsi dan pusat sedang berjalan. Demikian pula dengan komunitas masyarakat yang sudah ada untuk diperkuat lagi. “Termasuk terbangunnya sinergisitas lintas OPD dan wilayah, serta yang paling penting pembentukan tim percepatan pembangunan SAMOTA segera dibentuk oleh Pemda,” tandas Budi. (PSj)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *