8.698 Siswa SD di Sumbawa Ikuti USBN Tahun 2019

Sumbawa, PSnews – Mulai hari Senin (22/4) hingga 24 April mendatang, ribuan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumbawa mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2019. Pendistribusian soal ujian ke wilayah kecamatan pun telah dilakukan pada Sabtu lalu.

Dalam pendistribusiannya, naskah soal terbagi dalam beberapa amplop. Seperti untuk ruangan dengan siswa 20 orang sebanyak 271 amplop, siswa 15 orang sebanyak 151 amplop, siswa 10 orang sebanyak 173 amplop dan siswa 5 orang sebanyak 28 amplop. Adapun mata pelajar yang diujiankan diantaranya Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Kepada wartawan, Kepala Dinas Dikbud Sumbawa – Sahril mengungkapkan, sebanyak 8.698 siswa SD di Kabupaten Sumbawa mengikuti USBN tahun 2019, mereka tersebar di 397 sekolah yang ada. Dimana naskah soal ujian untuk para siswa tersebut sudah didistribusikan. “Kepala Sekolah pada hari pelaksanaan ujian mengambil soal ujian di Polsek atau tempat yang ditetapkan oleh pihak keamanan,’’ terangnya.

Dijelaskan, mulai proses penggandaan, pendistribusian soal, pelaksanaan ujian sampai pengembalian LJUN, Dikbud Sumbawa bekerjasama dengan Polres Sumbawa. Termasuk juga dengan penempatan naskah soal di kecamatan. ‘’Pengamanan kita juga melibatkan kepolisian. Alhamdulillah belum ada yang membuat kita terhambat, semuanya berjalan On The Track. Kita juga meminta kepada seluruh UPT untuk melaporkan jika ada hambatan pada pendistribusian. Karena bagaimana pun juga kita harus mengantisipasi sekolah yang berada di daerah terpencil dan wilayah kepualauan,’’ tukasnya.

Selain itu, ia juga memastikan naskah soal untuk peserta ujian tidak akan kurang. Karena pada amplop yang didistribusikan bersamaan dengan naskah soal cadangan. ‘’Jika terjadi kekurangan soal didalam amplop yang telah diididtribusikan, pertama di dalam amplop soal juga ada soal cadangan. Kemudian kondisinya juga tergantung, jika di dalam satu sekolah ada beberapa ruang maka bisa diambil. Jika di satu sekolah itu ada kekurangan kemudian tidak ada lagi cadangan untuk menutupi kekurangan maka sekolah harus melaporkan ke kepala UPT untuk mencari jalan keluar. Untuk itu sangat kecil kemungkinan jika terjadi kekurangan soal yang bisa menghambat ujian,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *