Pasar Brangbara Mendadak Dipadati Pedagang

Sumbawa, PSnews – Setelah insiden kebakaran yang terjadi di Pasar Seketeng pada Rabu siang (24/1/2019), menyebabkan bagian pelataran Pasar Induk Brangbara Kecamatan Sumbawa dipadati para pedagang yang pindah dari Pasar Seketeng. Suasana tersebut mulai terlihat sejak Kamis pagi (24/1/2019).

Salah seorang pedagang sayuran – Dila mengaku, terpaksa pindah berdagang ke Pasar Brangbara karena mendengar adanya informasi yang menyuruh untuk berpindah tempat. Informasi itu menyebutkan, apakah para pedagang memilih pindah ke Pasar Brangbara, Pasar Brang Biji atau Pasar Labuhan. Namun dirinya tidak mengetahui siapa yang menyuruhnya pindah karena kondisi saat itu sedang panik. “Saya dengar ada yang suruh pindah, ya kita pindah. Saya sudah di sini (Pasar Brangbara) sejak subuh,’’ tuturnya.

Di lokasi yang sama, sejumlah pedagang ikan berharap pindahnya lokasi berjualan ini hanya sementara. Bahkan mereka menginginkan Pemda membangun lokasi lain yang lebih layak untuk berjualan.

Sementara beberapa pedagang lainnya masih memilih bertahan berjualan di Pasar Seketeng, karena mengaku tidak mendapatkan tempat di Pasar Brangbara seperti yang dialami pedagang buah – Sahni. “Kalau ada tempat saya pindah. Saya masih di sini karena tidak ada tempat di sana (Pasar Brangbara). Belum ada juga himbauan dari Pemerintah untuk pindah. Katanya masih rapat. Kalau kita dapat tempat di sana, ya kita pindah. Itu kan tergantung Pemerintah,’’ ujarnya.

Hal senada disampaikan pedagang sayuran – Romlah dan Hafsah, yang juga memilih bertahan di Pasar Seketeng karena tidak mendapatkan tempat di Pasar Brangbara. “Tidak dapat tempat untuk jualan di Pasar Brang Bara. Makanya kita bertahan di sini, mau bilang apa. Sudah saya ke sana, di sana tidak ada tempat kosong, itu juga di pinggir ada orang jualan, sudah bertumpuk dengan coolbox ikan,’’ tandasnya.

Di tempat berbeda, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa – Wirawan Ahmad menegaskan, banyaknya pedagang yang pindah dari Pasar Seketeng ke Pasar Brangbara bukanlah kebijakan Pemerintah, tetapi inisiatif para pedagang sendiri. Meski demikian, pihaknya tetap memfasilitasi karena melihat kebutuhan pedagang dan masyarakat. “Pemerintah untuk sementara hanya memfasilitasi saja. Tapi kita akan menyiapkan relokasi yang permanen,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *