Menteri Puan Upayakan Percepat Pembangunan Rumah Korban Gempa Sumbawa

Sumbawa, PSnews – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI – Puan Maharani bersama jajarannya berkunjung ke Kabupaten Sumbawa pada Selasa (20/11/2018). Kedatangan Puan untuk memberikan bantuan langsung dan meninjau progres pembangunan rumah rusak bagi warga yang terkena dampak gempa bumi beberapa waktu lalu. Putri Megawati ini disambut langsung Bupati Sumbawa – HM Husni Djibril juga Gubernur NTB – Zulkieflimansyah.

Menko PMK RI – Puan Maharani menyerahkan bantuan

Dalam laporannya, Bupati Sumbawa – HM Husni Djibril mengungkapkan, penanganan pasca bencana gempa bumi, berdasarkan tim verivikasi yang menghasilkan 11 (sebelas) SK Bupati Sumbawa tentang penetapan hasil verifikasi kerusakan perumahan warga terdampak gempa yang tercatat sebanyak 14.772 unit rumah rusak. Dari 24 kecamatan, 17 kecamatan yang terdampak. “Dari 14.772 unit rumah yang rusak itu, rusak berat 2272 unit, rusak sedang 2718 unit, dan  rusak ringan 9783 unit.

Dilanjutkan, kebutuhan dana siap pakai yang diajukan Pemda ke pusat total semuanya Rp 255,540 miliar, untuk penanganan. Dana siap pakai yang sudah ditransfer ke rekening BPBD Sumbawa dari usulan tersebut sampai saat ini baru Rp 17,930 miliar. Dana sudah tersalur ke rekening penerima, dengan rincian kategori rusak berat 151 rekening dengan nilai masing masing Rp 25 juta, rusak sedang 327 rekening nilai masing-masing Rp 25 juta, rusak ringan 593 rekening masing-masing Rp 10 juta.

Perkembangan pembangunan hunian warga terdampak gempa baik berupa hunian tetap (huntap) mapupun hunian sementara (huntara), bahwa pilihan warga untuk huntap atau rumah tahan gempa jenis Risha (rumah instan sederhana sehat) sebanyak 479 unit yang sudah terpasang sebanyak 13 unit, lainnya masih dalam proses pemasangan. Huntap jenis Rika (rumah instan sederhana kayu) 461 unit, yang sudah terpasang 1 unit, 15 lainnya masih dalam proses pemasangan. Huntap jenis Riko (rumah instan sederhana konvensional) 389 unit, 5 unit masih dalam proses pemasangan.

Bupati Sumbawa HM Husni Djibril

Progres untuk huntara yang besumber dari bansos Pemda tahun 2018, dari target 1500 huntara untuk tahap pertama akan dibangun 442 unit, kedua 459 unit. Sisanya akan dibangun pada tahap ketiga. Tahap pertama telah terealisasi huntara sebanyak 410 unit, dengan rincian progres 30 pesen 33 unit, 50 persen rangka plus atap 57 unit, 100 persen rangka atap dinding sebanyak 320 unit huntara. Adapun huntara yang bersumber dari relawan, 615 unit yang telah teralisasi sbanyak 10 unit, untuk progres 30 – 50 pesern dan 407 unit untuk progres 100 persen. “Terkait pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana umum darurat, progres pembanguann sarana pendidikan atau sekolah yang sudah mencapai 100 persen banyak 9 unit sekolah dari 24 sekolah yang terdampak gempa. Selebihnya masih dalam proses pembangunan lantai dinding atau untuk finishing,’’ terang Bupati.

Di tempat yang sama Gubernur NTB – Zulkieflimansyah menyatakan, pihaknya sudah menggelar rapat bersama beberapa pihak. Dalam kesempatan itu diharapkan dibangun rumah tahan gempa, sehingga masyarakat bisa kembali ke rumahnya seperti sedia kala. “Target kita yang utama sekarang apapun rumahnya, yang penting masyarakat tidak lagi di tenda, karena musim hujan sudah tiba,’’ tuturnya.

Sementara Menko PMK RI – Puan Maharani menyatakan, banyak hal yang sudah dilakukan sinergi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah untuk membantu agar NTB segera bangkit. “Kami tidak mau memperlama atau memperlamakan yang sudah menjadi hak dari bapak ibu yang terdampak bencana. Riko, Risha, Rika, silahkan pilih, tadi juga sudah disampaikan oleh Bapak Bupati. Walaupun didalam pelaksanaannya itu di lapangan ada kendala, itu kita harus sama-sama jaga. Jangan sampai setelah menerima uang kemudian uangnya tidak terbangun rumah, jangan sampai setelah menerima uang kemudian bapak ibu mendapatkan masalah, karena ini uang yang dipergunakan adalah uang negara untuk rakyat, jadi rakyat juga harus menggunakannya baik-baik. Dari rakyat untuk rakyat ini uangnya, bukan uangnya siapa-siapa, ini dari bapak-bapak ibu-ibu semua yang ada di seluruh Indonesia, kita berikan lagi untuk rakyat,’’ tuturnya.

Menurutnya, memang awal persyaratannya banyak sekali, namun Pemerintah Pusat mempermudah jadi satu syarat saja, yakni satu surat yang harus ditandatangani. Itu diakukan supaya tidak mendapatkan masalah di kemudian hari. “Kita juga ingin mempercepat namanya pokmas-pokmas harus sudah dibentuk. Pokmas inilah kelompok masyarakat yang harus bertanggungjawab untuk bisa memberikan pendampingan, memberikan masukan sehingga bapak ibu yang kemudian mempunyai hak untuk bisa membangun rumahnya ini memang bisa membangun rumahnya,’’ pungkasnya.

Rumah Korban Gempa Ditargetkan Rampung Maret 2019

Puan menyatakan, Pemerintah Pusat telah memberikan target untuk merampungkan pembangunan tersebut hingga Maret 2019 mendatang. “Ini kita masih mentargetkan Maret 2019, sebagian besar dari rumah-rumah yang rusak berat itu sudah bisa terbangun,’’ tandas Puan Maharani.

Ia mengaku, memang ditemukan beberapa kendala di lapangan terhadap proses pembangunan tersebut, sehingga itu yang akan dievaluasi. Apalagi ada persyaratan yang harus disepakati bersama untuk menjaga akuntabilitas.

Lebih jauh dijelaskan, anggaran untuk pembangunan rumah warga terdampak gempa ini sudah ada, tinggal ditransfer. Namun pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) ada sedikit kendala. Pihaknya tidak menginginkan ada permasalahan di kemudian hari terkait dana bantuan Pemerintah tersebut, sehingga apa yang kurang harus dilengkapi dan dituntaskan. “Untuk dana, uangnya ada. Hanya masalah akuntabilitas yang harus dijaga. Masyarakat bisa menerima uang itu tanpa kemudian nantinya jadi bermasalah,’’ harapnya.

Selain itu, Puan juga mengatakan Pemerintah Pusat menginginkan pembangunan rumah warga terdampak dilakukan di lahan yang tahan gempa, artinya tidak di daerah yang rawan gempa. Bagi masyarakat yang rumahnya masuk di daerah rentan gempa, dianjurkan untuk dipindahkan. “Jadi memang ada beberapa hal di lapangan yang memang kita harus evaluasi. Namun kita tetap siap untuk membangun rumah masyarakat sebelum musim hujan. Insya Allah rumahnya yang terkena dampak rumah rusak berat itu bisa terbangun kembali,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *