Para Pekerja Jadi Korban Gempa, Pengerjaan Dua Pasar di Sumbawa Berjalan Lambat

Sumbawa, PSnews – Gempa beruntun yang mengguncang Lombok dan Sumbawa sejak 29 Juli lalu, ternyata berdampak pada proses pengerjaan proyek pembangunan dua pasar di Kabupaten Sumbawa. Gempa yang meluluh-lantahkan rumah dan bangunan secara masif terutama di Lombok tersebut, telah memaksa sebagian besar para pekerja asal daerah seberang itu untuk pulang ke daerahnya. Kondisi itu  mengakkibatkan dua proyek pasar di Kabupaten Sumbawa berjalan lambat.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa. Arif Alamsyah yang ditemui media ini Jumat (31/8/2018).

Dijelaskan, dalam tahun ini Bapenda sedang mengerjakan pembangunan empat pasar di beberapa kecamatan. Dari jumlah tersebut, dua diantaranya mengalami keterlambatan. Dia mengungkapkan, empat pasar yang sedang dibangun di Sumbawa yakni Pasar Induk Karang Dima, Pasar Plampang, Pasar Langam dan Pasar Brang Biji. Keempat pasar tersebut memiliki progres pekerjaan yang berbeda, ada yang sesuai target dan ada yang terlambat.

Arif Alamsyah

Progres Pasar Induk Karang Dima yakni pematangan lahan sudah mencapai 25 persen. Kemudian progres Pasar Plampang sekitar 8 persen, ini memang agak terlambat namun masih on the track. Sementara progres dua pasar lainnya, Pasar Langam dan Pasar Brang Biji masih dibawah 5 persen. “Hanya saja yang ada kendala itu di Pasar Langam dan Pasar Brang Biji. Jadi progresnya sekarang masih dibawah 5 persen. Memang agak deviasi dia dari target, agak terlambat,’’ tegasnya.

Keterlambatan pekerjaan di dua pasar ini, ungkap Arif, akibat gempa bumi yang terjadi beberapa minggu lalu membuat tenaga kerja yang berasal dari Pulau Lombok harus kembali ke kampung halamannya. Sehingga sekitar tiga minggu lamanya pekerjaan kedua pasar tersebut kekurangan tenaga kerja. ‘’Untuk materialnya sudah ada di lokasi. Lengkap, besi segala macam. Dan laporannya hari selasa kemarin sudah masuk, sudah mulai kerja kembali sudah normal,’’ jelasnya.

Diungkapkan, keterlambatan pembangunan Pasar Langam dan Pasar Brang Biji akan tertutupi jika pemasangan baja sudah dilakukan. Karena sebagian besar pembangunannya menggunakan baja. ‘’Jadi bangunan los baja. Dan baja laporannya sudah dalam perjalanan, hari sabtu sudah ada di Sumbawa. Jadi dengan ada baja itu, keterlambatan yang jauh tadi itu bisa tertutup. Tapi masih ada sisa waktu 2,5 bulan,’’ jelasnya seraya menambahakan, masa pekerjaan keempat pasar ini selama 4 bulan. Yakni dari bulan Juli hingga November.

Sejauh ini pihaknya juga sudah menandatangani kontrak untuk Pasar Utan. Rapat Persiapan Pelaksana atau Pre Construction Meeting (PCM) pun sudah dilakukan. Selain itu, dalam waktu dekat sejumlah pihak yakni TP4D, Kontraktor dan Konsultan akan melihat lokasi. ‘’Waktunya juga sama 4 bulan, dia sampai 23 desember. Alhamdulillah dalam PCM itu sudah dibicarakan. Kontraktor masih optimis bisa dilaksanakan, bisa diselesaikan tepat waktu dan kualitas yang dijaga,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *