Peladangan Liar Biang Pendangkalan Seluruh Bendungan di NTB

Sumbawa, PSnews – Seluruh bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan telah terjadi pendangkalan (sedimentasi). Hal itu menyebabkan kurangnya daya tampung air. Salah satu penyebab sedimentasi tersebut yakni dampak dari aktifitas peladangan liar atau perambahan hutan (ilegal logging) di sekitar areal bendungan. “Ya seluruh bendungan di NTB terjadi pendangkalan. Kalau di Sumbawa sedimentasinya dibawah ambang batas, tapi itu perlu diantisipasi. Sedimentasi itu, bukan hanya berkorelasi dengan penebangan atau perambahan hutan. Itu jelas akibat perambahan hutan,’’ kata Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NTB1) – Asdin Julaidy, di gedung DPRD Sumbawa, Kamis (30/8/2018).

Asdin Julaidy

Apabila terjadi gangguan daerah penopang penyangga air bendungan, maka akan terjadi sedimentasi, sebab material berupa tanah langsung tergerus dan terbawa air ke bendungan. Akibatnya terjadi penumpukan dan akan mengurangi daya tampung air bendungan. “Di Sumbawa banyak daerah datar yang belum ditanami. Bisa dibuat kebun. Ngapain paksa berladang di gunung. Perladangan liar berpengaruh dengan ketersediaan air dan sedimentasi,’’ tegasnya.

Untuk itu, Ia berharap agar Bupati Sumbawa supaya dapat memberi perhatian serius terhadap aktifitas penebangan dan perambahan hutan di areal penopang penyangga air bendungan yang ada. Sebab, daerah penyangga bendungan terutama di area bendungan Beringin Sila rawan terjadi longsor. “Apabila mulai diusik, saya tidak bisa membayangkan, potensi longsor besar sekali. Selama tidak diganggu, maka niscaya akan aman,’’ terangnya.

Menurut Asdin, sejauh ini belum ada rencana untuk melakukan normalisasi terhadap bendungan yang ada di Kabupaten Sumbawa, sebab tingkat sedimentasi masih berada pada ambang batas, atau belum 20 persen. “Seperti elevasi bendungan Mamak 73,5 sudah dibawah nomal. Normalnya 74. Tetapi angka toleransinya masih ada. Dalam kondisi sangat darurat dan terpaksa sekali, bisa dialirkan sedikit,’’ katanya.
Kondisi yang sama juga terjadi di Bendungan Batu Bulan dan Bendungan Tiu Kulit. Menurutnya, yang paling penting air bendungan tidak boleh berada dibawah ambang batas toleransi aman, karena akan berpengaruh terhadap daya tahan bendungan. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *