Kemendes PDTT Janji Bangun Pelabuhan Teluk Santong

Sumbawa, PSnews – Setelah memfasilitasi pertemuan antara Pemkab Sumbawa dengan perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) yang ingin berinvestasi di daerah, teranyata Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) juga menjanjikan Pemkab Sumbawa untuk pembangunan pelabuhan Teluk Santong.

Hal itu disampaikan Bupati Sumbawa – HM Husni Djibril kepada media ini. Ketika tiga perusahaan asal Korsel itu yakni Gimco.co. Ltd, Koramco.Ltd, serta Kepco E&C menanamkan modalnya di Kabupaten Sumbawa, maka untuk menunjang kegiatan mereka dibutuhkan pelabuhan untuk pengiriman barang. Karena pellet yang dihasilkan nanti juga akan dikirim ke luar negeri.

Artinya, upaya yang dilakukan Kemendes PDTT sudah sangat luar biasa. Bahkan sudah menurunkan ke ke Sumbawa untuk melakukan survey, termasuk CEO Gimco untuk rencana investasi tersebut. ‘’Yang memfasilitasi Pemda Sumbawa adalah dari Kemendes dari Dirjen Transmigrasi, makanya diutamakan daerah transmigrasi. Yang lebih hebat lagi, Kementerian Desa juga ingin membangun pelabuhan. Saya dijanjikan oleh Kemendes, bahkan dia akan sampaikan ke Presiden tentang pelabuhan itu,’’ tutur Bupati.

Diterangkan, berdasarkan survey terakhir kalau diwilayah Teluk Santong Kecamatan Plampang sangat layak untuk dibangun pelabuhan besar. ‘’Jadi ada tiga keuntungan yang kita peroleh sekaligus ketika ini jadi, pertama kita akan dapatkan kesejahteraan masyarakat dengan terbangunnya pembangkit listrik itu, kemudian keuntungan langsung masyarakat adalah limbah itu terjual semua, juga kita akan memliliki pelabuhan besar, yang jauh lebih besar dari Badas,’’ tukasnya.

Bupati Sumbawa HM Husni Djibril

Sehingga Bupati berharap pembangunan Pelabuhan Teluk Santong dapat segera dilakukan. Apalagi ini juga sudah menjadi impian masyarakat Kabupaten Sumbawa sejak lama. ‘’Mungkin dengan adanya investasi ini Pemerintah Pusat akan punya perhatian khusus. Jadi kerjasama ini betul-betul dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementeian Desa. Dan MoU itu kita laksanakan disana. Jadi mereka yang memfasilitasi setelah melakukan survey di Indonesia, ternyata Sumbawa yang paling tepat. Itu menurut Kemendes, melaui Dirjen Transmigrasi,’’ demikian Haji Husni. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *