Ada Dua Titik Jalan Provinsi Terparah di Sumbawa

Sumbawa, PSnews – Dari sekian banyaknya ruas jalan yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, ada dua titik saja yang terparah saat ini, yakni di ruas jalan Semongkat-Batu Dulang dan Boak-Lunyuk.

Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa – Jamaluddin Maladi menyampaikan sedikitnya ada dua lokasi yang cukup parah mengalami kerusakan jalan dan membutuhkan perhatian. Seperti ruas jalan Sumbawa-Lunyuk tepatnya dari simpangan Boak dan ruas jalan Semongkat-Batu Dulang. ‘’Di kedua rusa jalan tersebut terdapat banyak titik kerusakan,’’ ujarnya kepada wartawan.

Diterangkan, untuk ruas jalan Boak-Lunyuk yang dalam pengerjaan saat ini yakni di Pal 4 Lenangguar-Lunyuk oleh rekanan secara sporadik. Yakni di titik atau segmen yang dinilai paling parah dan tidak layak dilalui oleh kendaraan berat dan masyarakat. Sementara untuk ruas Jalan Simpang Boak-Lenangguar di tahun ini tidak ada penanganan. Hal ini menyangkut dengan anggaran APBD satu yang cukup banyak terkuras di Pilkada. Namun rencananya untuk di ruas jalan ini akan dianggarkan melalui APBD Perubahan oleh Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB.

Dilanjutkan, sementara untuk ruas jalan Semongkat-Batu Dulang menjadi titik terparah karena diakibatkan faktor alam. Dimana sejumlah ruas jalan amblas lantaran adanya longsor sehingga saluran drainase runtuh. ‘’Kalau di tempat lain jalan provinsi seperti di moyo, boak, raberas sudah agak lumayan, sudah beda dengan daerah-daerah tersebut. Padahal sama dikerjakan saat itu dengan moyo, tetapi karena beberapa alasan, kedua jalan tersebut menjadi rusak,’’ jelasnya.

Diungkapkan, pihaknya di Sumbawa hanya sebatas pemeliharaan jalan saja. Seperti melakukan pembersihan draenase, pembersihan Daerah milik jalan (Damija), dan menutup jalan berlubang menggunakan aspal dingin untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Selain itu, kekuatan jalan Provinsi hanya dapat dilalui oleh kendaraan yang bermuatan maksimal 20 ton. ‘’Spek jalan Provinsi ini berbeda dengan Nasional yang dapat dilalui oleh kendaran bermuatan berapa saja. Untuk itu saya berharap adanya peran serta dari pengusaha dapat membantu memperbaiki jalan yang mereka juga lalui ini lewat CSR nya. Sebab infrastruktur jalan atau jembatan menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena kemampuan anggaran kita yang minim,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *