Dewan Tersinggung Bantuan Pembangunan Masjid Dimasukkan Dalam Anggaran Rumah Kumuh

Sumbawa, PSnews – Anggota DPRD Sumbawa menyoroti keberadaan Sistem Informasi Managemen Perencanaan Daerah (SIMREMDA) yang sedang dijalankan Pemkab Sumbawa. Dimana dalam SIRENDA tersebut dinilai telah merubah nomenklatur bantuan bagi masjid dan musholla yang masuk dalam anggaran pembangunan rumah kumuh.

Seperti yang disampaikan Pimpinan Fraksi PPP DPRD Sumbawa – Rusli Manawari yang menyatakan tidak masuk akal kalau anggaran pembangunan masjid atau musholla numpang di nomenklatur pembangunan rumah kumuh. ‘’Ini tidak masuk akal bagi saya. Kok pembangunan masjid ini anggarannya numpang nomenklaturnya yang lain. Kan aneh ini. Lebih menghargai rumah kumuh daripada rumah ibadah. Ini yang saya tidak terima,’’ tukasnya.

Seharusnya, lanjut Rusli, nomenklatur pembangunan lain yang harus nyantol di pembangunan rumah ibadah. ‘’Kenapa musti pembangunan masjid itu harus nyantol di pembangunan lain. Semestinya nomenklaturnya pembangunan lain itu yang harus nyantol di pembangunan masjid. Tahun kemarin bisa, dan tersendiri. Tiba-tiba tahun ini tidak bisa. Yang kalaupun nanti anggarannya didorong melalui desa, itu tahun kemarin,’’ tandasnya.

Ilham Mustami

Wakil Ketua DPRD Sumbawa – H Ilham Mustani mengaku, permasalahan SIMRENDA ini muncul saat rapat Banmus. Sehingga agar semuanya jelas, akan diagendakan pertemuan lanjutan bersama Eksekutif yang khusus membahas SIMRENDA tersebut. Dengan menghadirkan pihak Bappeda sebagai leading sektor. Karena bagaimanapun juga, anggota belum mendapatkan informasi secara jelas, kenapa bantuan tersebut hilang, apa dasarnya dan lainnya. ‘’Hasil reses yang disampaikan dalam paripurna kepada pimpinan DPRD dan itu sudah disampaikan ke pemda melalui pokir di dalam musrenbang Kabupaten, banyak usulan yang tidak memiliki nama dan nomor rekening dalam SIMRENDA. Sehingga usulan masyarakat tidak bisa diinput di dalam SIMRENDA,’’ ujarnya.

M Ikhsan

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Sumbawa – HM Ikhsan menjelaskan, SIMRENDA relatif baru. Sehingga terjadi perdebatan dalam pembahasan. Seperti masalah anggaran bantuan ke musholla. ‘’Biar teman-teman Bappeda yang akan menjelaskan dalam pertemuan lanjutan. Yang jelas anggaran itu tetap ada. Hanya saja masuk melalui rumah sederhana. Itu tidak pernah hilang,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *