Demo Kantor Bupati, Warga Badas dan Pol PP Nyaris Bentrok

Sumbawa, PSnews – Untuk ketiga kalinya, warga Desa Badas Kecamatan Labuhan Badas menggelar aksi demo di kantor Bupati Sumbawa. Mereka menuntut kejelasan atas penuntasan persoalan sengketa lahan dengan PT Pelindo III. Dalam aksi yang dilakukan Senin (15/1/2018), nyaris terjadi bentrok antara warga dengan aparat Satpol PP yang bertugas.

Salah seorang orator – Abdul Hatap dalam orasinya menyatakan, kalau ini merupakan aksi yang ketiga kalinya dilakukan. Bahkan sudah ada rekomendasi DPRD Kabupaten Sumbawa yang dikeluarkan pada 17 Oktober 2017 yang isinya, dalam mendorong penyelesaian persoalan status tanah Pelindo III Pelabuhan Badas secara menyeluruh dan dalam rangka menjaga kondusifitas daerah, maka kami (DPRD Sumbawa) mendorong PT Pelindo III untuk secepatnya menyerahkan bagian-bagian tanah yang telah dikuasai sebelumnya oleh masyarakat untuk diberikan hak milik kembali kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku, mendorong komisi teknis dalam hal ini komisi I dan komisi III untuk mengontrol dan mengawasi proses ini lebih lanjut sehingga dapat diselesaikan secara komprehensif, serta terhadap perumahan buruh yang sudah disertifikat agar dilakukan peninjauan ulang sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau digusur, mau tinggal di mana masyarakat ini? Ini sudah ketiga kalinya kami aksi, kami capek. Kami ingin ketemu Bupati atau Wakil Bupati Sumbawa,’’ tegas orator lainnya M Taufan.

Warga Badas tampak antusias menunggu hasil pertemuan perwakilan mereka dengan bupati

Atas keinginan tersebut, aparat Pol PP kemudian menyampaikan kepada perwakilan warga, bahwa Bupati Sumbawa Husni Djibril bersedia untuk menemui warga. Sempat duduk sebentar, namun salah seorag orator meminta warga untuk bangun dan memaksakan diri masuk. Aksi saling dorong antara warga dengan aparat Satpol PP yang berjaga di pintu utama kantor Bupati Sumbawa pun tidak terhindarkan. Bahkan salah seorang warga sempat pingsan atas kejadian tersebut. Sampai akhirnya Bupati Husni Djibril keluar dan massa aksi masih juga belum tenang. Hingga akhirnya Bupati mempersilahkan 10 perwakilan warga untuk bertemu di ruang kerja Bupati.

Setelah pertemuan berlangsung, massa aksi pun membubarkan diri. Dan bersedia menerima apa yang menjadi keputusan dalam pertemuan yang dilakukan bersama Bupati. (PSg)

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *