Pedagang Setuju Pembangunan Ulang Pasar Seketeng

Sumbawa, PSnews – Sejumlah pedagang di Pasar Seketeng mengaku setuju dengan rencana Pemda Sumbawa untuk membangun ulang pasar dimaksud. Agar kedepannya lebih tertata, dan lokasinya juga tidak kumuh seperti sekarang ini.

Seperti yang disampaikan Pedagang Ikan – Baharudin kepada media ini. Ia berjualan ikan di Pasar Seketeng sejak tahun 2011. Atas rencana pembangunan ulang Pasar Seketeng pada 2019 mendatang, Ia sangat mendukung. Karena lokasi yang ditempati saat ini dinilai kurang pas sebagai tempat berjualan. ‘’Kami sebagai pedagang ikan tentunya sangat mendukung. Kalau dilihat, sepertinya kurang pas pedagang ikan jualan di luar, karena memang kebanyakan yang berjualan di luar. Itu sangat mengganggu jalan raya. Sedangkan didalam kosong tidak ada isinya atau tidak ada yang berjualan,’’ tuturnya.

Pedagang Ikan – Baharudin

Menurutnya, khusus pedagang ikan diharapkan lokasinya fokus disatu tempat, begitu pula dengan pedagang lainnya, seperti sayur, sembako dan lainnya. ‘’Sekarang ini kan bercampur semua sehingga jadinya sepi (Didalam). Makanya yang jualan ikan pindah keluar, karena memang kalau kami tidak pindah tentunya ikan kami tidak akan laku, karena tidak ada yang beli,’’ tukasnya seraya menambahkan, terhadap rencana relokasi sementara di Stadion Pragas, menurutnya tidak masalah. Yang penting, Pasar Seketeng akan ditata dengan rapi.

Hal senada disampaikan Pedagang Sayur – Siti Khadijah. Ia sangat setuju dengan rencana tersebut, agar para pedagang bisa tertata sesuai dengan apa yang dijual. Artinya tidak ada lagi pedagang sayur yang bercampur tempat berjualan dengan pedagang ikan maupun buah. ‘’Terapkan kami nanti dibagian sayur-sayur, jangan seperti ini, bercampur-bercampur jadinya salah sehingga susah di cari sama pembeli. Selain daripada itu setelah punya lokasi yang bagus, Pemerintah harus bertanggungjawab mencari tempat kami sebagai penjual sayur jangan suruh kami mencari sendiri tempat kami berjualan,’’ harapnya.

Ia mengaku sudah berjualan sejak tahun 2000. Saat ini baru diberikan kartu berjualan, yang nantinya para pemegang kartu itu akan diperioritaskan untuk berjualan di Pasar Seketeng, ketika pembangunan ulang sudah dilakukan. ‘’Kalau kami bagaimana diatur baiknya oleh Pemerintah. Kami akan menuruti sesuai dengan perintah. Supaya kami bisa menacari nafkah dengan baik, agar tidak ada lagi peselisihan bersama teman-teman kami, karena memang banyak sekali perselisihan antara kami sebagai pedagang, ada yang memiliki tempat yang besar, ada yang kecil tempat berjualannya. Harapan kami tentunya supaya lebih tertib dan aman itulah harapan kami bagaimana baiknya di ataur oleh Pemerintah,’’ cetusnya.

Pedagang buah – Lalu Surya

Sementara Pedagang Buah – Lalu Surya mengaku sudah berjualan sejak tahun 1999 di Pasar Seketeng. Penataan harus dilakukan, agar lokasi pasar lebih teratur. ‘’Kami pedagang buah di Pasar Seketeng berharap agar penataan nanti lebih bagus seperti sebelumnya tahun 90an, dimana dulu kami tidak pernah diusik dan saya adalah pedagang buah paling lama disini,’’ katanya.

Ketika lokasi berjualan mereka nantinya sudah tertib setelah dilakukan pembangunan ulang, mereka pun merasa lega karena bisa berjualan dengan tenang kembali. Tidak seperti saat ini yang sering dilakukan pembongkaran, karena tempat berjualan mereka yang sempit, sehingga terpaksa harus melebihi pagar pasar. ‘’Kami khususnya pedagang buah sering kali dikecewakan sama Pemerintah. Walaupun kami punya lapak hanya seng, hanya pakai bambu karena kami pedagang emperan, kami sangat dirugikan, keinginan kita sekarang untuk membangun, mudah-mudahan jangan terulang  seperti yang sudah pernah terjadi. Kami ingin semua pedagang tertib dan kami tidak ingin diganggu kita juga tidak ingin mengganggu, kayak sekarang ini seperti yang dilihat kita berjualan diatas trotar, setahun itu pasti ada penggusuran, nah itulah yang tidak kami inginkan. Bukan keinginan kami berjualan di atas trotoar, tapi karena kebutuhan dengan lokasi yang tidak ada terpaksa kami berjualan disini, beberapa kali kami telah digusur,’’ tukasnya.

Sementara salah seorang pedagang di kios Pasar Seketeng – Mustolih menyatakan, Pemda harus serius ketika ingin membangun ulang Pasar Seketeng. Jangan saat ini dibangun, beberapa tahun kemudian sudah dibongkar kembali. Apalagi bangunan yang dibangun melalui CSR PTNNT pun dinilai masih bagus, dan menurutnya tidak perlu dibangun ulang.

Sementara untuk relokasi sementara di Stadion Pragas, Ia kurang yakin lokasi itu akan dapat menampung seluruh pedagang yang ada. Apalagi untuk pedagang kios, dikhawatirkan tidak disediakan lokasi yang pas untuk menempatkan barang jualan, terutama ketika hujan. ‘’Yang perlu dipertanyakan nampung tidak disana, kemudian pertanyaan yang kedua pemindahan barang, kalau barang-barang khususnya ikan, sayur dan buah tinggal angkut, kalau barang bagian kita otomatis disana mau dibuatkan lapak nda? Supaya seandainya lapak itu dalam arti dibuatkan tidak sekedar atap tenda, tapi misalnya dibuat pakai triplek. Kalau tidak, saat hujan kalau cuman pakai terpal biasa otomatis kita tidak bisa seperti itu apalagi penataan disana dicampur dengan ikan-ikan yang lokasinya disatukan dilapangan bola,’’ tandasnya.

Ia tidak masalah dilakukan pembangunan ulang Pasar Seketeng, hanya saja diharapkan bisa dilakukan secara bertahap. ‘’Sebetulnya yaa kalau sekaligus kurang sepakat. Kalau saya mending bertahap biarlah kita yang disini karena tempatnya masih bagus biarlah kita yang jadi pedagang toko disini menetap, nanti kalau disebelah sudah mulai di bangun relokasinya bergantian, kalau semuanya disana yaa tidak mungkin. Belum lagi musiman sekarang, tidak cuman sehari-dua hari kita disana bisa jadi setahun. Kalau saya lebih sepakat kalau memang di Pragas yaa seperti sayur, ikan dan buah, sementara kita bisa di galak jango atau dimanalah untuk yang pedagang toko seperti ini,’’ ujarnya.

Pihaknya juga berharap dalam pembangunan ulang pasar nanti juga dapat difikirkan adanya tersedia lahan parkir. Agar badan jalan tidak lagi digunakan sebagai lahan parkir. ‘’Kalau memang nanti lantai dua tidak masalah, yang penting ditata. Jangan berantakan seperti ini, dilihat juga tidak enak,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *