Dana Desa Tahap Dua Sudah Tersalurkan

Sumbawa, Psnews – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumbawa sudah menyalurkan dana desa tahap dua sebesar Rp 51.733.458.800 pada awal Oktober lalu. Artinya 40 persen dana desa tersisa tersebut diterima oleh 157 Desa se Kabupaten Sumbawa.

Sekretaris Dinas PMD – Tata Kostara kepada wartawan mengatakan, pencairan dana desa tahap kedua ini dilakukan setelah seluruh desa menyampaikan laporan realisasi capaian output tahap pertama. Kemudian pihaknya menyusun laporan konsolidasi dana desa yang disampaikan ke Kementrian Keuangan melalui KPPN. ‘’Sekarang sudah selesai 100 persen untuk pencairan dana desa tahun 2017. Dimana pencairan tahap kedua sebesar 40 persen sudah disalurkan pada bulan Oktober. Tahap kedua nanti kami tinggal menunggu laporan realisasi dan capaian output oleh pemerintah desa. Itu nanti menjadi syarat pencairan dana desa tahap pertama tahun berikutnya,’’ ujarnya yang didampingi Kasi Pengelolaan Keuangan Desa – Ibrahim.

Tata Kostara

Terkait penggunaan dana desa tahap pertama, jelasnya, berdasarkan laporan realisasi yang diterima tidak ada persoalan. Namun ada beberapa desa yang yang menuai permasalahan terkait pengerjaan fisik.

Dilanjutkan, seperti halnya Desa Senawang Kecamatan Orong Telu terkait persoalan jaringan air dari sungai untuk disalurkan kepada masyarakat. Pekerjaannya sudah dilaksanakan, namun belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Artinya masyarakat belum bisa memanfaatkan air dari jaringan tersebut.

Dinas PMD pun sudah melakukan monitoring dan evaluasi ke desa setempat. Dimana pemerintah desa diminta untuk memperbaiki jaringan tersebut. Sehingga air dapat disalurkan dan  dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Kemudian pemerintah desa bersangkutan juga disarankan untuk bisa menganggarkan pembangunan jaringan lanjutan di APBDes perubahan sambil memastikan jaringan bisa berfungsi. ‘’Memang ada kesalahan penggunaan jaringan pipa yang terlalu besar untuk menarik air ke bak penampung. Kedua mungkin karena mekanisme yang dilakukan dalam hal penyusunan perencanaan yang belum maksimal. Kami sudah meminta untuk diperbaiki,’’tandasnya.

Kemudian desa lain yakni Desa Tatebal khusus di tahun 2017 dilaporkan pengerjaan drainase rabat beton di Dusun Tatebal diduga tidak sesuai. Kemudian pengerjaan rehab duicker ada dugaan kekurangan volume pengerjaan. Nantinya hal ini akan disampaikan melalui surat hasil monitoring yang dilakukan pihaknya. (PSg)

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *