Tim Kemenpar Cek Lokasi Rencana Sail Indonesia 2018 di Sumbawa

Sumbawa, PSnews – Kabupaten Sumbawa terus melakukan pembenahan dan percepatan pembangunan bidang kepariwisataan. Setelah tahun lalu mengajukan proposal sebagai tuan rumah Sail Indonesia kepada Pemerintah Pusat, maka pada tahun 2018 peluangnya semakin terbuka lebar. Sebab Tim Percepatan Pariwisata Bahari Kementerian Pariwisata melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Sumbawa, untuk melihat lokasi potensial Sail Indonesia 2018.

Usai cek lapangan, Tim dipimpin – Aji Sularso yang juga Chief Executive Sail Indonesia malakukan audiensi dengan Wakil Bupati Sumbawa – H Mahmud Abdullah di Pendopo Wabup pada Sabtu malam (7/10) lalu, didampingi beberapa pimpinan OPD seperti Kepala Bappeda, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Kadis PMPTSP, Kadis Perhubungan, Kadis Kominfotik, Kadis Perakim dan Sekretaris Komisi III DPRD Sumbawa. ‘’Saya dapat sinyal kuat, Sail Sunda Kecil 2018, NTB khususnya Sumbawa sebagai tuan rumah. Peluangnya 99 persenlah,’’ kata Aji di kediaman Wabup.

Selanjutnya – Aji Sularso menyampaikan, event nasional yang lokasinya digilir setiap tahun ini telah mengangkat nama daerah sebagai ikon pariwisata. Mulai dari Sail Bunaken Sulawesi Utara 2009, berlanjut ke Sail Banda Ambon, Sail Komodo, Sail Wakatobi, Sail Motote, hingga Sail Sabang Aceh tahun ini yang puncaknya nanti pada awal Desember.

Tahun depan, mengawali agenda Sail Sunda Kecil dengan NTB sebagai tuan rumah, mengambil dua lokasi. Yakni di Lombok khususnya di Pelabuhan Lembar dan di Kabupaten Sumbawa. Bisa diawali dengan perjalanan kapal, rally dari Sumbawa. “Pengalaman Sail Indonesia tahun ini, selama tiga hari di Sumbawa mendapat respons positif dari Wisman yang datang dengan kapal pesiar. Tahun depan, dengan menjadi tuan rumah bisa menjadi starting poin promosi pariwisata di Sumbawa,”ujarnya.

Terhadap hal itu, Kementerian Pariwisata akan memberikan dukungan anggaran dari sisi pengembangan dan promosi wisata hingga jaringan wisatawan dunia. Sementara Kementrian lain terkait akan membantu dari sisi infrastruktur. Kementerian PUPR bisa memsupport dari sisi infrastruktur. Seperti Kota Sabang tahun ini, yang mendapat bantuan sarana pelabuhan. Namun semuanya juga tergantung dari kesiapan daerah menerima limpahan tamu asing. Baik dari sisi sarana  yang mampu mendukung kenyamanan wisatawan mancanegara. ‘’Daerah harus all out mempersiapkan diri. Apalagi waktunya juga kurang dari setahun, karena diperkirakan acara puncak Sail Sunda Kecil 2018 pada bulan September. Apa yang menjadi kebutuhan, bisa langsung diajukan proposalnya ke pusat. Kami tim percepatan parwisata bahari, juga berkolaborasi dengan Kementerian lainnya,’’ jelas Aji.

Menurutnya Sumbawa mulai sekarang harus membuat ikon wisata bahari yang mendunia. Misalnya menggelar event diving internasional dengan spot diving paling bagus di sekitar Pulau Moyo. Artinya untuk pra event Sail perlu dikonsentrasikan di Sumbawa. Mengingat Pulau Lombok sudah duluan terkenal. Jadi begitu nanti diundang rapat oleh Pusat untuk Sail ini, Sumbawa sudah siap. Dengan demikian tak menutup kemungkinan Sumbawa menjadi lokasi puncak yang akan dihadiri Presiden. Semuanya tergantung kesiapan dan kelayakan terutama dari sisi sarana. ‘’Sekarang tergantung kesiapan Pemkab. Sebab jadi tuan rumah pasti akan kerepotan. Termasuk kesiapan dari sisi anggaran,’’ tukasnya.

Menanggapi sinyal tersebut Wabup – H Mahmud Abdullah menyatakan kesiapan Pemkab Sumbawa menjadi tuan rumah. Langkah awal dengan membangun forum bersama yang melibatkan OPD terkait termasuk DPRD. Untuk memudahkan koordinasi termasuk dengan Tim Percepatan Pariwisata Bahari yang akan intens melakukan pertemuan di Sumbawa. ‘’Kita nanti akan saling terbuka, termasuk apa kelemahan kita. Kita masih punya waktu satu tahun. Untuk kebutuhan awal menyambut Sail, kita upayakan anggarannya di APBD 2018,’’ tandas Haji Mo.

Demikian pula Sekretaris Komisi III DPRD Sumbawa – Agus Salim Okak yang hadir dipertemuan pun mendukung Sumbawa sebagai tuan rumah. Sinergisitas eksekutif dan legislatif penting untuk membangun Sumbawa. Makanya dari sisi politik anggaran pihaknya juga akan memberikan dukungannya. Bahkan Ia optimis Tim Kemenpar dapat membantu menyakinkan pusat untuk memastikan Sumbawa sebagai tuan rumah Sail 2018. ‘’Saya optimis, tim ini dapat membantu Sumbawa. Agar agenda pariwisata ini nantinya dapat memberikan manfaat lebih besar bagi Sumbawa. Apalagi kita punya potensi di Pulau Moyo, mulai dari wisata diving, snorkeling dan lainnya. Sekitar Teluk Saleh dengan akuarium dunianya. Inilah kekuatan kita,’’ pungkasnya.

Sebelumnya, Kadis Pariwisata Provinsi NTB – HL M Faozal, saat menyampaikan materi di Pelatihan Pengelola Homestay dan Desa Wisata di Hotel Tambora tanggal 4 Oktober 2017 lalu, meminta agar Kabupaten Sumbawa mempersiapkan diri secara serius menyambut Sail Indonesia 2018. ‘’Sumbawa harus menunjukkan beberapa lokasi potensial kepada Tim Sail Indonesia,’’ ujarnya. (PSg)

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *