Bupati Ingin Pasar Karang Dima Terbaik di NTB

Sumbawa, PSnews – Pemda Sumbawa kian serius dengan rencana pembangunan Pasar Karang Dima. Bahkan dalam kegiatan Presentasi Awal DED Pasar Karang Dima pada Kamis (28/9/2017) di Aula H. Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Bupati HM – Husni Djibril memberikan beberapa masukan soal rencana pasar itu kedepan di hadapan Asisten Administrasi Umum, pihak Bapenda dan Diskoperindag Sumbawa.

Bupati mengatakan, pihaknya ingin pasar ini yang terbaik di NTB sehinigga cukup banyak hal yang perlu diperhatikan dalam penataannya nanti, seperti akses jalan masuk dinilai penting untuk dicermati. Ada pertimbangan, ketika orang masuk ke pasar itu harus memiliki perasaan senang. “Jangan sampai ada truk yang lalu lalang masuk ke lokasi pasar yang membuat wilayah sekitar jadi tidak teratur. Saya sepakat jalan masuk terkoneksi dengan jalan by pass. Tinggal bagaimana cara ngatur, kan ada dua pintu disitu. Bisa ke pintu utara, bisa ke pintu timur. Artinya hindari betul kepadatan. Beri ruang akses jalan itu hetul-betul dihitung secermat mungkin,’’ katanya.

Bupati juga menginginkan agar masjid atau musholla yang akan dibangun di lingkungan pasar dapat didesain dengan baik. Artinya, jangan hanya sekedar membangun pusat peribadatan di wilayah setempat, tapi juga perlu bangunannya dipercantik. Kemudian ruang terbuka hijau jangan hanya sekedar dihiasi dengan bunga saja, tapi perlu ditanami pohon yang indah dan sejuk. “Artinya konsepkan saya sebuah bangunan yang dari dalam dinikmati, dan dari luar dinikmati. Kalau itu sudah pendekatannya, InsyaAllah itu banguan akan disukai oleh orang. Buat dia indah menurut kami orang Sumbawa,’’ tuturnya.

Selain itu, WC juga harus menjadi perhatian khusus sebab di beberapa fasilitas umum, kondisi WCnya tidak terurus. Bupati tidak menginginkan hal itu terjadi pada pasar Karang Dima nantinya. Kemudian hal yang penting lainnya terkait sampah. Bagaimana tempat pembuangan sampah diatur dengan baik, dan tidak mengganggu publik. “Cari lokasi yang gampang diakses dan terbuka. Saya melihat beberapa tempat sampah itu tidak menjadi perhatian. Padahal itu sangat penting. Apalagi sering sekali orang buang sampah sembarangan saja. Ada yang tinggal buang saja, kalau masuk bagus, tapi kalau tidak ini yang salah,’’ tandasnya.

Bupati menginginkan pembangunan pasar ini hanya sekali saja dilakukan. Artinya tidak dilakukan perbaikan atau pembongkaran dalam waktu dekat setelah tuntas dibangun. Bupati mengaku tidak masalah ketika suatu bangunan ada penambahan pernak-pernik, meski itu berpengaruh juga terhadap dana. “Kalau saya lebih cenderung jangan dikurangi, tapi ditambah kalau boleh. Karena ini juga kita minta bantuan Pusat. Kalau Pusat itu pertimbangannya tidak nilai kecil atau besar, tapi pertimbangan kebutuhan, pertimbangan layak atau tidak layak. Nanti akan kita diskusikan kalau misalnya terlalu membengkak, kalau ada perbaikan-perbaikan dari rencana semula,’’ tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bapenda Sumbawa yang diwakili Kabid Pengendalian Pengembangan dan Pelaporan Pendapatan Daerah sekaligus PPK – Usman menyatakan, status Pasar Karang Dima sebagai pusat distribusi logistik Provinsi, juga dijadikan pusat grosir yang dilengkapi dengan fasilitas pergudangan, bongkar muat, area terbuka, area bermain, dapat diakses dari jalur by pass,  dan sudah memenuhi kajian – kajian teknis studi kelayakan. (PSg)

Komentar

comments

Related posts

Leave a Comment