18 Kecamatan di Sumbawa Dilanda Kekeringan

Sumbawa, PSnews – Dari 24 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa, sebanyak 18 Kecamatan diketahui mengalami kekeringan. Hal tersebut disebabkan musim kemarau sejak bulan Juli lalu. Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, Kecamatan yang terdampak kekeringan yaitu, Plampang, Labangka, Maronge, Lopok, Moyo Hulu, Lunyuk, Lape, Rhee, Alas Barat, Moyo Hilir, Moyo Utara, Lenangguar, Unter Iwes, Utan, Labuhan Badas, Buer, Alas dan Empang. 

Kepala Pelaksana BPBD melalui Kasi Tanggap Darurat, Drs Syafruddin MT menyebutkan, sebanyak 23.706 KK di 60 Desa mengalami dampak kekeringan. Pencatatan ini berdasarkan pembahasan BPBD Provinsi dalam rapat koordinasinya, mengenai daerah-daerah yang mengalami kekeringan di wilayah NTB. ‘’18 Kecamatan yang dilanda kekeringan ini terdiri dari 161 Dusun di 60 Desa. Penyebabnya dikarenakan faktor alam,’’ ujarnya kepada wartawan, Senin (14/8/2017).

Diungkapkan, hampir seluruh daerah yang terdampak kekeringan tersebut dikategorikan parah. Karena semua warga setempat sangat membutuhkan air bersih. Bahkan untuk Kabupaten Sumbawa ada sekitar 84.988 jiwa yang merasakan dampak dari kekeringan tersebut.

Bencana kekeringan ini mulai dirasa sejak Juli lalu. Namun, masa puncaknya terjadi pada bulan Agustus ini. ‘’Kalau melihat data BMKG sampai akhir Agustus ini masa puncak kekeringannya. Dan diperkirakan di September itu sudah ada hujan yang bersifat lokal,’’ tambahnya.

Untuk mengatasi persoalan kekeringan di Sumbawa, BPBD akan mendistribusikan sekitar 500 ribu liter air bersih mulai pekan ini. Namun, satu unit mobil tanki berkapasitas 5 ribu liter yang dimiliki BPBD Sumbawa tidak dapat dioperasikan secara maksimal. Dimana dalam sehari tanki tersebut hanya dapat beroperasi dua kali saja.

Selain itu, setiap dusun yang terdampak kekeringan paling sedikit membutuhkan satu tanki air bersih. Sehingga, anggaran distribusi air yang dimiliki BPBD Sumbawa tidak mencukupi untuk 161 Dusun. Artinya, pihak BPBD hanya dapat mendistribusikan air bersih untuk 100 Dusun saja.
‘’Memang pendistribusian kami masih kurang. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Sosial dan Kepolisian yang setiap tahunnya juga sering memberikan bantuan pendistribusian air bersih,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *