Husni Djibril : Wisma Praja Terbakar, Teguran Allah kepada Saya

Sumbawa, PSnews – Bupati Sumbawa – HM Husni Djibril mengaku sedih atas kejadian terbakarnya Wisma Praja atau yang dikenal dengan Bala Puti pada 11 Juli lalu. Bahkan kedepan, Bupati berencana untuk mengembalikan fungsi Bala Puti tersebut seperti semula, termasuk lingkungan di sekitarnya. “Saya begitu perihatin, karena pada saat itu saya sedang operasi terakhir di Singapura. Tetapi saya tidak akan pernah berburuk sangka karena itu adalah musibah. Yang namanya musibah tentu harus kita terima dengan lapang dada. Ini menjadi bagian dari ujian dan teguran Allah kepada saya selaku pimpinan daerah,’’ ujar Buptai kepada wartawan, Senin (17/7/2017) di ruang kerjanya.

Kebakaran Wisma Praja atau Bala Puti peninggalan Sultan Muhammad Kaharuddin III

Lebih jauh dijelaskan, selama ini Bala Puti merupakan bangunan monumental cagar budaya yang harus dijaga, dipelihara dan bahkan diagungkan. Sejauh ini bangunan tersebut digunakan untuk tempat pertemuan yang dibarengi pula dengan lantunan musik. Bahkan saat berkampanye dulu, dia pernah berkeinginan untuk mengembalikan keaslian Wisma Praja atau Wisma Daerah tersebut. Dan pemanfataannya tidak boleh sembarangan. “Itu isi kampanye saya. Tetapi baru satu tahun lima bulan akan berjalan, belum pernah ada rencana program ini untuk dapat disikapi. Ini ujian dan teguran Allah terhadap janji yang belum saya bicarakan. Maka saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Sumbawa,’’ ucap Bupati.

Bahkan dirinya pernah berencana akan memindahkan Pendopo (Rumah Dinas Bupati) dari lingkungan Wisma Daerah. Taman yang ada akan ditata. Menjangan (rusa) yang ada akan dicarikan tempat yang lebih cocok dan jauh dari keramaian kota, agar tidak terganggu. “Kedepan dalam restorasi Wisma ini saya berniat akan berjuang dengan segala tenaga, untuk mengembalikan keasliannya. Kemudian bebaskan Wisma Praja itu dari bagunan yang tidak pantas. Icon Sumbawa yang namanya menjangan bukan tempatnya disitu bagi saya. Itu yang akan kita pikirkan, bukan berarti saya tidak setuju dengan menjanga disitu. Kenapa tidak kita bangun tempat tertentu. Bisa saja di tanah daerah depan Pertamina. Kita pagar tinggi kemudian akan ditaruh menjangan itu di situ. Mereka akan lebih leluasa di situ, yang bisa dijadikan setengah hutan. Kalau di sini keramaian kota. Saya tidak tahu Musholla, boleh apa tidak dibongkar, karena itu dibangun pada saat Pak A Latif Majid jadi Bupati Sumbawa. Mudah-mudahan saya mendapat dukungan masyarakat, Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat yang ada di Sumbawa ini, agar kita bangun Wisma ini nanti. Kita akan buat bangunan itu menjadi bangunan yang teranggun. Menjadi catatan sejarah bahwa pernah berdiri kerajaan di situ,’’ papar Bupati.

Terhadap hal ini, Bupati berharap kepada semua pihak untuk tidak mempolitisasi kejadian tersebut, termasuk jangan berspekulasi tentang kenapa kebakaran itu terjadi. Bupati memohon dukungan dan doa seluruh masyarakat agar niat baik untuk merestorasi bangunan tersebut bisa terwujud. “Menurut informasi itu ada asuransinya. Saya pernah perah bicara dengan Mendikbud soal Wisma Daerah ini waktu datang ke Sumbawa. Bagaimana kalau Pendopo dikeluarkan, kita rehab Wisma Praja dengan memperindah kembali dan kembalikan kepada keasliannya. Contoh keasliannya, tidak ada ruang pertemuan didepan itu dulu,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *