7 Hewan Aneh di Dunia

Begitu banyak species hewan yang hidup di dunia ini, namun ada 7 (tujuh) diantaranya yang mungkin belum pernah anda temui, baik yang hidup di darat, laut maupun udara. Ketujuh hewan tersebut terdiri dari :

  1. OKAPI
    Okapi

    Hewan aneh ini kakinya seperti zebra, badannya seperti keledai dan kepalanya mirip jerapah. Hewan mamalia unik ini bernama Okapi (Okapia jhonstoni) yang hidup di pedalaman Kongo Afrika Tengah. Hewan ini seperti perkawinan silang antara zebra dan jerapah. Konon para ilmuwan baru meneliti hewan aneh ini tahun 1901. Nama lathinnya adalah gabungan nama lokal hewan ini yaitu O’api dan nama Gubernur Jenderal Inggris di Uganda yaitu Sir Harry Johnston yang pertama menemukannya di hutan Ituri Republik Kongo.
    Rupanya, hewan ini masih dekat kekerabatannya dengan jerapah. Habitat aslinya adalah hutan hujan tropis di Kongo antara lain di Taman Nasional Maiko, Hutan Ituri, Sungai Rubi, Danau Tele, Ebola, dan Sungai Ubangi.

  2. ISOPOD / Kutu Raksasa
    Isopot atau kutu raksasa

    Hewan menyeramkan ini merupakan salah satu mahkluk laut pemangsa bangkai. Isopod rakasasa hidup di kedalaman 6.000 meter di bawah permukaan laut. Ini menjadi alasan kenapa Isopod raksasa tidak diketahui keberadaannya oleh manusia sebelum dekade terakhir ini. Isopod raksasa adalah salah satu dari 17 spesies dari genus Bathynomus yang menghuni gelap dan dinginnya Samudera Pasifik, Atlantik dan Hindia.

  3. HIU GOBLIN
    Hiu Goblin

    Ikan aneh ini diklaim hanya pernah ditemukan sebanyak empat kali oleh manusia dan salah satunya ditemukan di perairan Australia pada bulan Januari 2015 lalu. Hiu yang ada di gambar ini ditemukan oleh seorang pemancing Australia ketika ia berada di sekitar pantai Eden, Australia bagian tenggara. Kini, hiu Goblin nomor empat di dunia itu diserahkan ke museum setempat. Dan untuk pertama kalinya wajah pemangsa buruk rupa ini dipamerkan ke dunia.
    Hiu Goblin jantan berukuran 1,26 meter ini terlihat sangat menakutkan karena mempunyai gigi-gigi runcing yang menonjol ke depan. Apalagi di kepalanya terdapat tanduk bagaikan ujung tombak. Menariknya, menurut penelitian, ‘tombak’ hiu Goblin dipakai untuk mendeteksi aliran listrik yang dibuat oleh mangsanya, yakni kepiting, cumi-cumi, dan udang kecil. Jadi bisa dikatakan tombak itu berfungsi bagaikan detektor metal. Berbeda dengan hiu kebanyakan yang mempunyai sisik keras, hiu Goblin mempunyai kulit yang cukup lembut berwarna merah muda. Insangnya pun tidak berwarna merah, melainkan biru.
    Hiu Goblin tergolong hiu prasejarah karena diperkirakan sudah ada sejak 125 juta tahun silam. Informasi detail tentang spesies ini pun masih sangat sedikit, mengingat mereka hidup di kedalaman 900 meter atau hampir satu kilometer di bawah permukaan laut.
    Sebelum Asutralia, hiu Goblin jenis ini pernah dilaporkan terlihat di kawasan laut Pasifik, lepas pantai Jepang dan Selandia Baru. Demikian pula sebelumnya hanya sekali pernah tertangkap di kawasan Florida Amerika Serikat.

  4. KURA-KURA LEHER PANJANG
    Kura-kura leher panjang

    Kura-kura unik ini merupakan satwa yang hanya dapat ditemukan di lahan basah Pulau Rote, sebuah pulau kecil seluas 97.854 hektar di ujung selatan Indonesia. Jaraknya sekitar 20 km dari barat daya Pulau Timor, yang masuk dalam wilayah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kura-kura yang bernama ilmiah Chelodina mccordi ini disebut juga kura-kura leher ular atau kadang kura-kura leher panjang, karena leher dan kepalanya menyerupai ular. Jenis ini dimasukkan dalam suku Chelidae, dengan ciri khas leher yang panjang dan fleksibel.

  5. UAKARI
    Uakari

    Hewan aneh ini bisa ditemukan di Brazil/Peru. Hewan jenis primata ini dikenal dengan wajahnya yang sangat merah, yang sebenarnya bisa membuat calon pasangannya bergairah. Semakin merah, semakin baik.
    Uakari adalah spesies monyet kecil, habitat asli hutan hujan tropis Amerika Selatan, di mana mereka cenderung ditemukan di hutan lembab yang dekat dengan air. Uakari paling terkenal dengan wajah polos yang umum nya berwarna merah muda atau merah tua. Ada empat spesies yang berbeda dari Uakari, yaitu Uakari Merah (Botak), Uakari Black-Headed, Uakari Ayres Hitam dan Uakari Neblina, yang semuanya sangat mirip dalam penampilan tetapi agak berbeda dalam warna bulu dan habitat. Nama Uakari sebenarnya diucapkan “wakari”, dan nama ilmiah nya diduga berasal dari bahasa pribumi. Uakari adalah primata berukuran kecil yang tumbuh dengan panjang rata-rata 45cm, dan berat sekitar 3kg. Ekor Uakari relatif sangat pendek jika dibandingkan dengan ukuran tubuh nya, dan khususnya lebih kecil dibandingkan dengan spesies monyet Amerika Selatan lainnya. Bulu yang menutupi tubuh Uakari adalah panjang dan kasar dan cenderung bervariasi dalam warna, dari merah, coklat, hitam, putih, tergantung pada spesies.

  6. TERSIUS
    Tersius

    Tarsius adalah binatang unik dan langka yang sering disebut sebagai monyet terkecil di dunia, meskipun satwa ini bukan monyet. Sedikitnya terdapat 9 jenis Tarsius yang ada di dunia. Dua jenis berada di Filipina sedangkan sisanya 7 jenis terdapat di Sulawesi Indonesia. Yang paling dikenal adalah dua jenis yang terdapat di Indonesia yaitu Tarsius tarsier (Binatang Hantu / Kera Hantu) dan Tarsius pumilus (tarsius kerdil, krabuku kecil atau Pygmy tarsier). Kesemua jenis tarsius termasuk binatang langka dan dilindungi di Indonesia.
    Nama Tarsius diambil berdasarkan ciri fisik tubuh mereka yang istimewa, yaitu tulang tarsal yang memanjang, yang membentuk pergelangan kaki mereka sehingga mereka dapat melompat sejauh 3 meter (hampir 10 kaki) dari satu pohon ke pohon lainnya. Tarsius juga memiliki ekor panjang yang tidak berbulu, kecuali pada bagian ujungnya. Setiap tangan dan kaki hewan ini memiliki lima jari yang panjang. Jari-jari ini memiliki kuku, kecuali jari kedua dan ketiga yang memiliki cakar.
    Tarsius memang layak disebut sebagai primata mungil karena hanya memiliki panjang sekitar 10-15 cm dengan berat sekitar 80 gram. Bahkan Tarsius pumilus atau Pygmy tersier yang merupakan jenis tarsius terkecil hanya memiliki panjang tubuh antara 93-98 milimeter dan berat 57 gram. Panjang ekornya antara 197-205 milimeter.

  7. ATRETOCHOANA

    Atretochoana

    Jangan dulu berburuk sangka dengan gambar ini ! Bila anda tidak membaca keterangan di bawah gambar ini, pikiran anda bisa tersesat ke hal yang sensitive. Gambar mirip alat kelamin pria ini sebenarnya adalah hewan melata jenis ular.
    Ular ini ditemukan oleh seorang pekerja proyek konstruksi bendungan di sungai Amazon, Brazil. Dia menemukan ular spesies aneh yang menyerupai alat vital manusia. Para ilmuwan sendiri masih dibuat bingung oleh binatang ini, apakah ini dapat dikategorikan sebagai ular atau tidak.
    Penemuan binatang unik tersebut, sebenarnya telah terjadi sejak November 2011 lalu. Namun, baru-baru ini saja para ilmuwan menyepakati, bahwa binatang yang terkenal dengan sebutan “Penis Snake” itu merupakan spesies baru dengan nama ilmiah “Atretochoana Eiselti“. (PSc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *