Mensos Akan Tinjau Langsung Korban Banjir Sumbawa

Sumbawa, PSnews – Banjir bandang yang datang bertubi-tubi menghempas dmelan meluluh-lantakkan rumah penduduk dan fasilitas umum telah mengundang keprihatinan Menteri Sosial Republik Indonesia RI, Hj. Khofifah Indah Parawansyah. Mensos rencananya akan meninjau langsung para korban banjir di Kabupaten Sumbawa pada Rabu (13/02/2017).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Tri Karyati yang dikonfirmasi di Wisma Daerah Sumbawa Besar, Selasa (14/02) membenarkan adanya rencana kunjungan Mensos RI tersebut. “Hari ini, protokoler Kemensos RI sudah tiba di Sumbawa untuk mengecek kesiapan kedatangan Menteri Khofifah,” ujar Mbak Yeyet sapaan akrab Tri Karyati.

Menurut Yeyet, Mensos dalam kunjungannya ke Sumbawa bersifat mendadak, mengingat ada pemukiman penduduk di Kecamatan Moyo Utara yang hingga saat ini masih terendam air. “Nantinya Mensos Hj. Khofifah akan turun ke lokasi yang diterjang banjir untuk melihat dan mengecek secara langsung para korban terdampak banjir Sumbawa,” tandas Yeyet.

Seperti diketahui, Banjir bandang Sumbawa yang berlangsung sejak 07 Februari 2017 lalu, berlangsung secara beruntun di lokasi yang sama dan merata di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa atau 12 dari 24 kecamatan yang diterjang banjir. Akibat bencana tersebut, banyak infrastruktur pembangunan dan pertanian yang rusak, bendungan, jembatan, talut sungai, akses jalan raya, beronjong, serta merendam ribuan rumah warga dan merendam areal pertanian, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 triliun lebih.

Untuk penanganan tanggap darurat, seluruh SKPD terkait segera melakukan berbagai upaya sesuai tupoksi masing – masing. Pemerintah Daerah membentuk Posko tanggap darurat di Wisma Daerah, serta membangun dapur umum lapangan (Dumlap) milik Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa untuk penanganan darurat dalam hal pendistribusian makanan siap saji kepada ribuan warga yang terdampak banjir. Begitu juga dengan masing – masing pihak kecamatan yang melakukan pendistribusian logistik berupa beras, mie instan, lauk pauk, minyak tanah, pakai, serta berbagai kebutuhan pengungsi. (PSj)

Komentar

comments

Related posts

Leave a Comment