Warga dan Mahasiswa Gelar Upacara di Gili Bedil

Sumbawa, PSnews РBanyak cara masyarakat untuk mereflesikan rasa cintanya pada ibu pertiwi melalui momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang digelar setiap 17 Agustus. Pada umumnya upacara dilaksanakan di lapangan terrbuka, namun upacara HUT Kemerdekaan RI ke 71 ini diadakan di sebuah pulau kecil yang dikenal dengan nama Gili Bedil di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa. 

Upacara di Gili Bedil
Upacara di Gili Bedil

Upacara unik ini dinisiasi oleh mahasiswa Universitas Samawa (UNSA) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bersama para pemuda, tokoh masyarakat serta tokoh agama setempat.

Pulau Bedil atau yang biasa disebut Gili Bedil merupakan salah satu dari 60-an pulau kecil yang berada di wilayah administratif Kabupaten Sumbawa. Pulau berpasir putih tak berpenghuni ini memiliki bentuk yang eksotik laksana perawan menunggu pinangan investor. Pulau ini dapat ditempuh dengan menaiki speedboat dari Labuan Pade Kecamatan Utan hanya dalam waktu 15 menit.

Dipilihnya tempat upacara di pulau kecil ini lantaran Indonesia dikenal sebagai negara maritim dan memiliki pulau terbanyak di dunia. Bahkan Nusa Tenggara Barat (NTB) sendiri merupakan bagian dari provinsi kepulauan dan Sumbawa merupakan kabupaten bahari.

Masyarakat dan mahasiswa antusias mengikuti upacara
Masyarakat dan mahasiswa antusias mengikuti upacara

Dosen UNSA – Dedy Syafkri menjelaskan, upacara di pulau ini pada hakekatnya bertujuan untuk menanamkan dan membangkitkan kembali rasa cinta pada tanah air dan kemaritiman NKRI yang selama ini makin terlupakan. “Hakekat pembangunan kita tidak hanya di darat, tapi juga di laut. Dan kekuatan ekonomi kita juga ada di laut. Tidak kurang dari Rp 300 triliun rupiah potensi ekonomi kemaritiman kita yang lost atau tidak tercover tiap tahunnya. Angka ini dianggap cukup, bahkan lebih untuk membiayai pendidikan Indonesia yang besarnya sekitar Rp 200 triliun,” kata Dedy.

Gili Bedil - Kecamatan Utan Kabupuaten Sumbawa

Momen ini diharapkan agar masyarakat kembali pada jati diri dan budaya sebagai masyarakat bahari dan negara maritim. Sehingga apa yang menjadi cita cita besar pembangunan melalui visi pembangunan nasional menjadikan indonesia sebagai poros maritim dunia bisa terwujud. “Ayo wujudkan kedaulatan maritim kita,” teriak peserta upacara. (PSc)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *