Bayi Kembar Siam Dirujuk ke RSUD Mataram

Sumbawa, PSnews – Bayi kembar siam dari pasangan Fathul Bahri dan Zuriyah, warga RT 02 RW 02 Lingkungan Genang Genis, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes ini terpaksa dirujuk ke Mataram lantaran terbatasnya peralatan yang dimiliki RSUD Sumbawa. Bayi yang lahir di RSUD Sumbawa pada Senin (10/04) sekitar pukul 08.45 wita melalui operasi cesar ini berjenis kelamin laki-laki  yang diberi nama Muhammad Talif. 

Bayi ini lahir dalam kondisi dua kepala dalam satu badan, sepasang kaki, sepasang tangan namun tangan sebelahnya tidak berkembang normal.
Dari pemeriksaan sementara pihak RSUD Sumbawa, diketahui bayi ini memiliki dua buah tulang belakang dan satu organ jantung. Untuk menangani pasien ini, pihak RSUD Sumbawa mengaku kekurangan peralatan maupun tenaga medis yang berkompeten, sehingga terpaksa dirujuk ke rumah sakit Propinsi di Kota Mataram.

Orang tua bayi kembar siam mengaku kesulitan dalam hal pembiayaan kesehatan diri dan anaknya. Untuk membayar biaya persalinan dan penanganan medis anaknya, pasien ini baru saja mengurus BPJS yang akan berlaku 14 hari kedepan. Saat ini dia tidak mempunyai biaya persalinan, Sementara anaknya kini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Propinisi di Mataram.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Naziruddin mengakui bahwa pasien tersebut baru didaftarkan ke BPJS. “Namun BPJS itu mulai berlaku 14 hari kemudian,” ungkap Naziruddin.

Meski demikian, dirinya sudah menegaskan kepada bidang kesehatan masyarakat untuk mencari cara agar bayi tersebut dapat tertangani. Mengenai pembiayaan persalinan ibu bayi kembar siam, bahwa sebenarnya sudah ada program jaminan pesalinan (Jampersal) dari pemerintah.

Di sisi lain, Dikes telah memberikan pemahaman kepada para petugas di lapangan bahwa sejak mulai ngidam seseorang harus sudah terdata. “Karena program pemerintah saat ini (Program Indonesia Sehat) menggunakan pendekatan keluarga,” pungkasnya. (PSj)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *